SAATNYA BANGSA ACEH MENYELAMATKAN NKRI KEMBALI

SAATNYA BANGSA ACEH MENYELAMATKAN NKRI KEMBALI

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Cirebon Indonesia, 15 Mei 2019

Kepada

Yang Mulia Para Ulama dan Tokoh Masyarakat Aceh

Di Tempat

Assalaamu’alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh

  Patokan berfikir /landasan bertindak

Al – Anfal ayat 25 :

 ” Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. “

Para ulama dan tokoh masyarakat Aceh yang saya muliakan.

Telah menjadi takdir Allooh bahwa kita bangsa Aceh, berada pada kapal bersama sama dengan suku bangsa lain yaitu kapal Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita secara sukarela, masuk menjadi anggota dalam kapal itu. Bahkan kita berjuang sekuat daya, supaya kapal itu tidak tenggelam. Putra – putra terbaik aceh selalu maju kedepan untuk menyelamatkan kapal yang bernama NKRI itu. Baik sejak zaman awal kemerdekaan maupun saat ini, dimana kapal NKRI berdasar perhitungan politik akan tenggelam.

 Para ulama dan tokoh masyarakat Aceh yang saya muliakan.

Sulit dibantah bahwa berdasarkan perhitungan politik, kapal NKRI itu saat ini akan tenggelam. Dan bangsa Aceh yang berada di dalamnya ,juga akan tenggelam, bila tidak berani berbuat sesuatu yang signifikan.

Dasar  – dasar keIslaman Aceh yang khas dan kekayaan aceh dipastikan akan terguncang hebat bila Jokowi menjadi kapten kapal NKRI kembali. Syiah, Komunisme akan dipaksa  berkembang di Aceh. Begitu juga dengan perilaku LGBT dan penjualan Narkoba. Kekayaan Aceh akan diperas habis untuk membayar hutang hutang Jokowi ke negara asing terutama ke negara Cina.

Kita memang berhasil memenangkan Prabowo untuk menjadi Presiden dengan keyakinan lebih 90% rakyat Aceh memilih Prabowo ( KPU telah menyunatnya menjadi 85,59% ). Tetapi kita tidak ragu bahwa KPU akan tetap memenangkan Jokowi sebagai Presiden RI, dan Presiden Aceh juga.

Para ulama dan tokoh masyarakat Aceh yang saya muliakan

Prabowo – Sandi tadi sore telah menyatakan bahwa mereka menolak hasil rekapitulasi suara KPU yang penuh dengan kecurangan itu. Masalahnya adalah apa yang dapat mereka lakukan bila KPU tanggal 22 Mei 2019 itu, tetap memenangkan Jokowi sebagai Presiden RI. Apakah jutaan umat Islam, yang berjalan jalan di Jakarta sambil bertakbir itu akan menyebabkan KPU merubah keputusannya?. Secara perhitungan politik  bila para pendemo itu hanya berjalan jalan dan bertakbir saja, mereka akan didiamkan. Karena hal itu tidak akan menghasilkan apa-apa. Tapi bila para pendemo itu mencoba untuk menguasai gedung KPU, terlebih lagi istana negara atau gedung DPR/MPR ,maka rezim akan tanpa ampun siap membantai para pendemo itu. Mereka akan membantai, tanpa peduli berapa ribu nyawa akan melayang. Persis seperti pembantaian yang terjadi dilapangan Tien An Mien tempo hari ataupun pada saat mematahkan perlawanan rakyat Tibet. Kita tidak tahu, mungkin saja tentara-tentara Cina yang memakai seragam polisi atau TNI Indonesia yang tega melakukan pembantaian itu. Dan mereka tidak dapat dihukum oleh Mahkamah Internasional. Seperti tidak dihukumnya negara Cina pada saat melakukan kejahatan di Tien An Mien maupun di Tibet. Mahkamah Internasional, adalah milik negara-negara pemilik hak veto.Karena itu Israel, tidak pernah dihukum atas kebiadabannya. Begitu juga dengan Suriah.

AS,Rusia, Inggris, Prancis, pada perhitungan saya, lebih merasa nyaman, bila Jokowi menjadi Presiden RI, ketimbang Prabowo. Sehingga mereka kemungkinan besar akan acuh tak acuh atas pembantaian yang terjadi terhadap para pendukung Prabowo tersebut.

Para ulama dan tokoh masyarakat Aceh yang saya muliakan.

Saya tidak melihat jalan lain, untuk melepaskan diri dari kapten kapal yang sinting itu, kecuali kita rakyat Aceh membangkitkan semangat perlawanan dari orang-orang didalam kapal itu. Orang -orang yang juga benci terhadap kapten kapal yang sinting itu. Diyakini mereka pun menunggu nunggu adanya pionir yang mempunyai keberanian luar biasa untuk melawan kapten kapal tersebut. Dan bangsa Aceh telah terkenal ke seluruh dunia sebagai bangsa yang tidak mempunyai rasa takut untuk melakukan  perlawanan terhadap setan dan iblis di atas dunia ini yang ingin menguasai mereka.

Para ulama dan tokoh masyarakat Aceh yang saya muliakan.

Kita akan keluar dari kapal yang bernama NKRI itu pada pelabuhan terdekat. Pelabuhan itu adalah Tanggal 22 Mei 2019, ketika KPU mengumumkan siapa Presiden RI. Kita akan keluar dan mendirikan Kerajaan Aceh Darussalam. Prabowo Subianto – Sandiaga Uno dipersilahkan menjadi Raja dan wakil Raja di kerajaan Aceh Darussalam . Tetapi bila Prabowo – Sandi, tetap ingin naik kapal NKRI itu, maka silahkan mereka naik kapal itu lagi. Kita akan terus berjuang sampai dengan Kerajaan Aceh Darussalam benar-benar menjadi negara yang merdeka.

Para ulama dan tokoh masyarakat Aceh yang saya muliakan.

Diharapkan keberanian kita untuk menolak kapten kapal yang beraroma setan itu, akan diikuti oleh minimal 1 Propinsi yaitu Propinsi Sumatera Barat. Kapal NKRI dengan kaptennya akan menjadi olok-olok, bila propinsi Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Msluku Utara, dan Sulawesi Tenggara ikut keluar dari kapal itu. Dan kapal NKRI benar-benar tidak ada artinya sama sekali bila propinsi  Jawa Barat ikut pula keluar dari kapal.

Para ulama dan tokoh masyarakat Aceh yang saya muliakan.

Bila yang semua keluar dari kapal itu bersatu maka terbentuklah NKRI yang baru. NKRI yang bebas dari penjajahan aseng dan asing dan tidak perlu membayar hutang hutang. Karena yang berhutang adalah NKRI yang dibawah rezim Jokowi. Bila Prabowo- Sandi setuju dan para propinsi yang keluar dari kapal itu setuju, maka NKRI yang bebas hutang hutang itu akan dipimpin oleh Prabowo-Sandi.

Para ulama dan tokoh masyarakat Aceh yang saya muliakan.

Demikianlah pemikiran saya. Adalah lebih sulit bagi  para tukang pukul kapal itu untuk melawan Aceh, ketimbang membantai para penumpang kapal lainnya. Terlebih lagi bila selain bangsa Aceh, bangsa-bangsa lain se Indonesia juga keluar dari kapal dan bersatu dengan bangsa Aceh.

Semoga Allooh SWT memberikan kemenangan pada usaha kita semua untuk membuang kelaut kapten kapal yang beraroma setan itu. Aamiin YRA.

Putra Aceh

Muhammad Taufiq bin Muhibbuddin bin Muhammad Waly Al Khalidy

Tembusan :

  1. Prabowo Subianto