ANCAMAN UNTUK ANDA SEMUA (WAHAI PARA HAKIM MK) ADALAH APHASIA

ANCAMAN UNTUK ANDA SEMUA (WAHAI PARA HAKIM MK) ADALAH APHASIA
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Cirebon Indonesia 15 Juni 2019

Kepada
Yang Terhormat
Para Hakim Mahkamah Konstitusi
Di
Tempat
Salam sejahtera untuk anda semua
Pada akhirnya masalah sengketa pilpres jatuh kembali ketangan anda semua. Bagi orang-orang yang terbiasa menggunakan akal pikiran dengan norma tertinggi  ( The Highest Brain Skill  ), maka kejadian tersebut, tidaklah mengejutkan.  Tidak mengejutkan pula , bila anda 9 hakim MK mengalahkan Prabowo – Sandi. Dan tidak mengejutkan pula, bila Prabowo – Sandi akhirnya akan legowo dengan putusan anda semua itu.
Para Hakim MK Yang Terhormat
Menjadi seseorang yang adil, pada hemat saya termasuk suatu hal yang paling sulit dilakukan. Berbuat adil, dapat menghantam ego orang tersebut. Suatu hal yang tidak mungkin dilakukan oleh seorang manusia, kecuali manusia tersebut telah sangat terlatih untuk menjatuhkan egonya pada kebenaran.
Intervensi kekuasaan pun membuat seseorang sulit untuk berbuat adil. Reward dan siksa dari Fir’aun, adalah nyata. Sedangkan reward dan siksa dari apa yang disebut Tuhan adalah tidak nyata. Intervensi kekuasaan itu yang terpenting untuk menundukkan ego. Hampir seluruh manusia akan menjatuhkan egonya, atau mengakui kebenaran dari penguasa, bila ancaman siksa yang pedih ditunjukkan penguasa tersebut pada dirinya. Betapapun tidak mendapat reward dari penguasa tersebut, tapi demi menyelamatkan diri dari ancaman siksa yang pedih dan nyata didepan mata orang tersebut, maka hampir dapat dipastikan orang tersebut akan menjatuhkan egonya. Dia akan tunduk pada kebenaran palsu tersebut demi terhindar dari ancaman yang pedih dan nyata itu.
Para Hakim MK Yang Terhormat
Bagi saya, dan puluhan juta rakyat Indonesia, 4,5 tahun pemerintahan  rezim yang sedang berjalan ini adalah sangat buruk dan berbahaya. Ancaman Indonesia untuk menjadi bagian dari negara RRC, dan hancurnya moralitas bangsa dalam kehidupan didunia ini sampai dengan puluhan tahun kedepan begitu juga kehidupan di akhirat, adalah suatu keniscayaan.
Suatu jalan keluar dari kekuasaan rezim yang buruk ini yaitu dengan adanya pilpres, (bagi saya dan puluhan juta rakyat Indonesia lainnya), diyakini telah berjalan secara curang. Dimana rezim yang berkuasa ini, dan badan Independen yang disetujui bersama ( KPU ), adalah penyebab terjadinya kecurangan tersebut.
Para Hakim MK Yang Terhormat
Saya telah berusaha, supaya sengketa ini tidak jatuh ketangan anda semua. Karena 4 orang dari anda semua, adalah hakim – hakim yang pada penilaian saya telah berlaku curang pada capres 02, saat sengketa pilpres  2014 dahulu. 3 orang yang lain dari anda, berhasil menjadi hakim  MK karena usulan dari rezim yang berkuasa saat ini. Sedangkan 2 orang yang lain lagi  adalah usulan dari Mahkamah Agung.
Pada komposisi seperti itu, maka secara the highest brain skill, adalah kesia-siaan meminta keadilan pada anda semua. Seyogyanya keputusan KPU itu harus dilawan dengan cara lain oleh capres 02. Misalnya mengajak rakyat pendukungnya, untuk melakukan demo- demo besar, bahkan kalau perlu mendudukki Istana negara dan DPR. Atau meminta para pemimpin politik pada propinsi- propinsi pendukungnya  mengadakan referendum, untuk pisah dari negara yang hampir ambruk  ini.
Jelas untuk hal seperti itu, diperlukan keberanian yang lebih.  Sayangnya baik capres 02, maupun elite dan rakyat pendukungnya, tidak mempunyai keberanian yang lebih itu. Contoh rakyat yang tidak mempunyai keberanian yang lebih itu, dapat  ditunjukkan, misalnya dengan diabaikannya himbauan dari beberapa elite politik pendukung capres 02, untuk menarik tabungan dari bank -bank swasta dan nasional. Hal tersebut, sebenarnya sangat efektif untuk memaksa rezim ini turun. Pelaksanaanya pun dapat berjalan aman, tanpa harus ada kekerasan fisik atau korban nyawa. Tapi yang dilakukan oleh rakyat pendukung Capres 02, adalah tetap menabung di bank ,demi mendapatkan imbalan sedikit uang.
Para Hakim MK Yang Terhormat
Dengan apa yang saya tuliskan diatas, maka demi keadilan dan bahkan keselamatan rakyat dan negara Indonesia baik sekarang maupun masa yang akan datang, perlulah dicoba untuk membuat ancaman bagi  anda semua. Yaitu meminta kepada Zat yang Maha Adil, penguasa alam semesta untuk memberikan siksa yang pedih bila anda tidak berbuat adil. Dan siksa yang pedih bagi seorang Hakim menurut saya adalah hilangnya kemampuan bicara anda untuk selamanya ( Aphasia ).
Para Hakim MK Yang Terhormat
Tidak ada keraguan saya, begitu juga bagi para ahli fisika dan metafisika lainnya, bahwa kehancuran Indonesia akibat keganasan alam tinggal menunggu waktu saja. Hanya Allooh SWT yang mampu menjinakkan keganasan alam ciptaaNya sendiri  itu.Sayangnya para pemimpin dan rakyat Indonesia tidak memperdulikan hal tersebut. Dan kemungkinan ,begitu pula dengan anda semua. Keputusan anda dalam memutuskan sengketa pilpres ini, secara tidak adil, hanyalah menambah kemurkaan Allooh terhadap Indonesia. Atau Allooh SWT, akan membiarkan seluruh keganasan alam itu terjadi tanpa intervensi untuk mencegah hal tersebut.
Semoga bermanfaat bagi anda, para pemimpin dan rakyat Indonesia seluruhnya.
Salam
T. MUDWAL
Tembusan:
1. Prabowo Subianto
2. BJ Habibie/ICMI
3. PBNU Jakarta
4. PBNU Tebu Ireng
5. DPP Muhammadiyah
6. Habib Rizieq Shihab/FPI
7. Ustadz Abdul Somad
8. KH. Abdullah Sahal
9. KH. Abdullah Gymnastiar
10. Ustadz Zulkifli Ali
11. Tgk. Zulkarnain
12. Buya Yahya
13. Emha Ainun Nadjib
14. Gus Nur
15. DPP PKS
16. Amien Rais
17. DPR/MPR RI
18. Anis Baswedan