AZAB YANG MENGANCAM INDONESIA

AZAB YANG MENGANCAM INDONESIA

T. MUDWAL

Azab adalah semua hal yang buruk menimpa suatu kaum/bangsa/individu. Azab dapat terjadi oleh karena memang telah saatnya yang buruk itu terjadi seperti gunung meletus, pergeseran lempeng bumi, mobil tua yang dipakai ngebut, dsb. Yang lain adalah azab yang terjadi karena perbuatan kaum itu atau orang itu sendiri. Seperti, membakar hutan, menebang pohon, membangun kota tanpa memperhatikan ekosistem, kebut-kebutan tanpa keahlian berkendara, dsb. Kedua azab tersebut, baik yang sudah saatnya maupun karena perbuatan kita sendiri atau perbuatan buruk dari rakyat bangsa tersebut dapat tidak terjadi bila Tuhan semesta alam tidak berkehendak. Sehingga gunung meletus tidak meletus, lempeng bumi yang seharusnya bergeser tidak bergeser, mobil tua tidak menimbulkan kecelakaan bila dipakai ngebut. Azab akibat perbuatan tangan sendiri atau individu dapat pula tidak terjadi apabila Tuhan semesta alam itu berbelas kasih kepada individu tersebut. Kasih sayang Allooh terhadap rakyat suatu bangsa ditentukan oleh para pemimpin bangsa tersebut. Azab tetap menimpa rakyat Indonesia karena pemimpinnya adalah orang-orang yang dibenci Allooh. Misalnya, memberikan kemudahan kepada bangkitnya komunisme, korupsi, berbuat tidak adil, menjual negara, dsb. Dan biasanya sebelum azab menimpa bangsa tersebut, para pemimpin bangsa itu telah mendapatkan nasihat dari hamba-hamba Allooh yg shaleh. Tetapi para pemimpin bangsa tersebut mengabaikan nasihat itu. Dengan dasar itu, yang paling ditakuti oleh bangsa indonesia bukanlah tidak dapat berhutang kepada Cina atau Amerika ataupun masalah ekonomi. Tetapi yang paling ditakuti adalah pemimpin Indonesia merupakan pemimpin yang dibenci oleh Allooh. Karena berdasarkan perhitungan sudah saatnya, lempeng bumi Indonesia bergeser, gunung-gunung api meletus dan banjir hebat menerpa bangsa Indonesia. Karena itu, bagi saya mutlak rezim ini diganti untuk menghindari azab besar bagi bangsa indonesia, yang akan menimpa kita semua.

Dengan alasan diatas suatu rezim yang buruk atau dibenci Allooh,diupayakan untuk diganti secepatnya. Keselamatan Indonesia dan rakyat Indonesia adalah yang paling utama. Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 adalah kesempatan untuk mendapatkan pemimpin yang diridhoi Allooh SWT
Perhatikan firman-firman Allooh:

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Al-Ruum: 41)

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Al-Syuura: 30)

Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf: 96
: Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.” (QS. Al-Baqarah: 11-12)
“Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka (Yunus 44 )

AL ISRA’ 16:
“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (8: 25)

AR RA’AD 39

“Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh)

 

Walloohu ‘alam

Comments are closed.