Berjuang Maksimal Demi Kemuliaan Nabi Muhammad SAW, Apapun Risikonya.!

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Kepada Yth,

Para Pimpinan MUI Pusat

Di

Tempat

Assalaamu’alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh

Semoga dunia ini, terlebih lagi Indonesia menghormati simbol-simbol utama umat Islam yaitu Qur’an dan Nabi Muhammad SAW. Aamiin ya robbal ‘aalamiin.

Para pimpinan MUI pusat yang terhormat,

Berhasilnya umat Islam dengan dukungan penuh dari MUI pusat untuk menghukum Ahok tempo hari ternyata tidak membuat jera orang-orang terkenal negeri ini untuk berbicara sembarangan tentang simbol-simbol Islam.

Hukuman ringan yang diberikan kepada Ahok (hanya 2 tahun penjara) bahkan diangkatnya Ahok sebagai komisaris utama Pertamina, pada hemat saya menambah keberanian orang-orang terkenal negeri ini untuk berbicara sembarangan tentang simbol-simbol Islam itu.

Dengan dasar itu saya meminta pada para pimpinan MUI pusat beserta ulama-ulama Islam Indonesia seluruhnya berjuang sekuat daya demi dapat menghukum ibu Sukmawati (Bu Suk) dan saudara Muwafiq masuk penjara dengan hukuman maksimal (5 tahun) sesuai pasal tentang penistaan agama.

Bu Suk telah dua kali secara beruntun melakukan penistaan terhadap agama Islam. Begitu juga Muwafiq. Mengatakan bahwa masa kecil Nabi Muhammad tidak terurus dengan baik bahkan mungkin akan ikut-ikutan mencuri jambu, adalah penghinaan besar terhadap junjungan kita semua Nabi Muhammad SAW. Padahal di pastikan bahwa Allooh SWT pencipta alam semesta tidak pernah lepas dalam merawat/mengurus seorang Nabi yang mulia sejak dari lahirnya. Dan perawatan Allooh SWT, terhadap seorang Nabi yang mulia dipastikan akan jauh lebih baik ketimbang Muwafiq merawat/mengurus anak-anaknya atau seluruh orang tua di muka bumi dalam merawat/mengurus anak-anaknya.

Penghinaan Muwafiq yang kedua terhadap Nabi Muhammad SAW, adalah ketika dia bertanya-tanya didepan orang banyak, apakah seorang anak perempuan yang berumur 10 tahun akan gembira bila dikawini oleh seorang pria berumur 50 tahun. Dimana anak perempuan itu secara tersirat menunjuk pada istri Nabi, Siti Aisyah RA, dan pria umur 50 tahun merujuk pada Nabi Muhammad SAW. Padahal bila Muwafiq berdiskusi dulu dengan saya atau orang-orang berilmu lainnya, Muwafiq akan dapat masukan bahwa Nabi Muhammad SAW, tidak menyetubuhi Siti Aisyah ketika dia berumur 10 tahun. Tawaran sahabat terbaiknya  Abu Bakar Shiddiq untuk bersedia menikahi anak perempuannya dan di terima oleh Nabi Muhammad SAW semata-mata hanya untuk membesarkan hati Abu Bakar RA saja. Tapi beliau meminta supaya istri nya itu, tetap berada pada perawatan Abu Bakar Shiddiq sampai dengan anak itu telah cukup matang untuk berkerluaraga (+/- 15 tahun). Tindakan seperti itu pada hemat saya, sudah di pastikan akan dilakukan oleh Nabi Muhammad. Oleh karena beliau seorang manusia yang penuh petunjuk Allooh SWT. Zat yang maha cerdas dan maha bijaksana.

Para pimpinan MUI Pusat yang terhormat,

Pernyataan maaf dari Bu Suk atau Muwafiq tanpa hukuman penjara  diyakini tidak akan menimbulkan efek jera pada orang-orang tersebut. Bu Suk telah membuktikan hal terebut. Terlebih lagi bila permintaan maaf itu dilakukan secara terpaksa, atau dia tidak mengerti kenapa harus meminta maaf. Hal itu jelas terlihat bila kita amati video permintaan maaf dari Muwafiq itu. Mungkin bila dia dipaksa untuk minta maaf atas ucapannya tentang perkawinan Siti Aisyah dan Nabi Muhammad SAW dia pun akan meminta maaf secara terpaksa juga. Karena dia tidak mengerti kenapa harus meminta maaf. Yang jelas mereka meminta maaf hanya untuk mendinginkan situasi dalam sementara waktu saja. Untuk kemudian, mereka akan mengulangi lagi  seperti apa yang telah dilakukan oleh Bu Suk.

Tanpa adaya efek jera dari kedua oang tersebut, selain kedua orang tersebut akan mengulangi kembali perbuatannya, di khawatirkan ada lagi orang-orang lain yang berani melakukan perbuatan buruk tesebut. Pada hemat saya, hanya dengan memberikan hukuman maksimal 5 tahun penjara, akan terjadi efek jera pada kedua orang tersebut dan memberikan efek takut pada orang—orang lainnya untuk meniru perbuatan buruk tersebut. Apa yang terjadi pada Arswendo Atmowiloto dalam kasus penghinaan Nabi Muhammad tempo hari, adalah contuh yang baik. Hukuman yang dia terima (5 tahun penjara) dan efek akibat hukuman tersbeut terhadap Arswendo dan masyarakat lainnya, adalah bukti kebenaran dari pendapat saya tersebut.

Para pimpinan MUI Pusat yang terhormat,

Berdiskusi tentang kebenaran pada zaman milenial ini, terlebih lagi bagi seorang intelektual adalah suatu keniscayaan. Tetapi berbicara sembarangan tentang Islam dan simbol-simbol Islam, dihadapan orang-orang yang tidak mengerti, adalah suatu kejahatan. Karena itu saya mendukung dibentuknya forum diskusi bagi orang-orang terkenal negara ini yang senang sekali berbicara hal-hal yang kontroversial tentang Islam dan simbol-simbol Islam. Saya sendiri beserta alumni FK UNS yang berisi bermacam-macam spesialis bersedia mengundang tokoh-tokoh tersebut untuk menjadi anggota kehormatan dari WA tersebut, para alumni FK UNS. Sukmawati, Megawati, Muwafiq, SAS, Ade Armando, Deny Siregar, Rocky Gerung, termasuk juga Menag dan Mendikbud saya undang untuk masuk WA tersebut mendiskusikan pikiran-pikiran kontroversial tentang Islam dan simbol-simbol Islam yang ada di kepala mereka. Sehingga diharapkan mereka tidak lagi berbuat kejahatan di depan umum dengan mendiskusikan hal-hal yang berbahaya dalam masalah ajaran Islam dan simbol-simbol Islam.

Kita ketahui bersama bahwa seekor anjing berhasil memberikan hukuman maksimal kepada seorang penghina Nabi Muhammad SAW. Karena itu, bagi Allooh dan seluruh orang Islam yang mempunyai kekuatan diatas bumi dan atau dilangit, kegagalan anda semua dan seluruh ulama Islam se Indonesia, untuk mensukseskan dihukumnya Bu Suk dan Muwafiq secara maksimal (5 tahun penjara) hanyalah membuat anda semua mendapatkan nilai lebih buruk dari Anjing itu. Bila selain gagal memasukkan kedua orang tersebut kedalam penjara ternyata para penghujat Islam dan Simbol-Simbol Islam pun bertambah banyak, maka nilai anda semua adalah lebih buruk lagi. Karena Indonesia adalah satu negara yang mayoritas rakyatnya beragama Islam.

Demikianlah surat saya. Semoga bermanfaat bagi  Islam dan umat Islam Indonesia.

Wassalaamu’alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh.

Syarif Muhammad Taufiq bin Muhibbuddin bin Muhammad Waly bin Muhammad Salim bin Malin Palito.

Tembusan:

  1. Raja Salman bin Abdul Aziz, Saudi Arabia
  2. Presiden Erdogan, Turki
  3. Raja Hassanal Bolkiah, Brunei Darussalam
  4. Perdana Menteri Mahathir Mohamad, Malaysia
  5. PBNU Tebu Ireng
  6. PBNU Jakarta
  7. PP Muhammadiyah
  8. Habib Rizieq Syihab/FPI
  9. Ustadz Adi Hidayat
  10. Ustadz Abdul Somad
  11. KH. Abdullah Gymnastiar
  12. KH. Hasan Abdullah Sahal
  13. Buya Yahya
  14. Ustadz Zulkifli Ali
  15. Ustadz Haikal Hasan
  16. Emha Ainun Najib
  17. Ustadz Felix Siaw
  18. Ustadz Salim Fillah
  19. Ustadz Tengku Zulkarnain
  20. Amien Rais
  21. Gus Nur