BILA JOKOWI DILANTIK SEBAGAI PRESIDEN BULAN OKTOBER 2019 INI, APAKAH ITU TAKDIR ALLOOH ATAU BUKAN?

Bismillaahirrohmaanirrohiim

BILA JOKOWI DILANTIK SEBAGAI PRESIDEN BULAN OKTOBER 2019 INI,

APAKAH ITU TAKDIR ALLOOH ATAU BUKAN?

T. MUDWAL

Keputusan MK untuk memenangkan Jokowi sebagai Presiden RI, dan tidak adanya tolakan rakyat yang kuat terhadap keputusan MK itu, maka dapat dipastikan bahwa Jokowi akan dilantik sebagai Presiden RI pada bulan Oktober ini.

Hal keadaan tersebut menyebabkan polemik pada para ulama Islam. Ada yang menyatakan bahwa takdir Allooh lah yang menyebabkan hal demikian terjadi. Tapi ada juga yang menyatakan bahwa itu bukan takdir Allooh. Tapi itu adalah keputusan MK, dan ketidak inginan rakyat Indonesia untuk melawan putusan itu. Jangan mendiskreditkan Allooh. Jangan berburuk sangka kepada Allooh (demikianlah perkataan ulama yang menolak bahwa dilantiknya Jokowi sebagai Presiden adalah takdir Allooh). Dengan memohon petunjuk Allooh, maka saya mencoba menjawab hal tersebut.

Menurut pemahaman saya, maka paham Ahlus Sunnah Wal Jama’ah mendefinisikan takdir Allooh berdasar pendapat dua imam besar yaitu Imam Abu Al-Hasan Al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur Al-Maturidy. Mazhab Asy’ari, menyatakan bahwa Qodho Allooh adalah semua ketentuan Allooh pada zaman azal (+/- 40.000 tahun sebelum bumi diciptakan), yang dituliskan pada sebuah kitab dan disimpan di Lauhul Mahfuz. Dengan demikian Qodho Allooh bersifat qodim. Sedangkan Qodar Allooh adalah semua kehendak Allooh pada segala sesuatu yang terjadi dibumi. Dengan demikian Qodar Allooh bersifat hadits (baharu). Dengan demikian pula Qodar Allooh, tidak selalu harus sama dengan Qodho Allooh atau Qodho Allooh bisa berubah. Atau takdir Allooh yang ditulis pada kitab di Lauhul Mahfuz bisa berubah.

Sedangkan mazhab Al-Maturidy, juga mendefinisikan takdir Allooh seperti itu. Tapi apa yang dikatakan oleh Mazhab Al-Asy’ari sebagai Qodho Allooh, maka itu adalah Qodar Allooh menurut Al-Maturidy. Sedangkan Qodar Allooh menutur Al-Asy’ari, adalah Qodho Allooh menurut Al-Maturidy.

Kedua imam besar Ahlus Sunnah Wal Jama’ah itu menyatakan bahwa rukun iman ke-6 dari agama Islam adalah percaya kepada takdir Allooh yang buruk ataupun  yang baik.

  1. Ayat-ayat Qur’an yang berhubungan dengan ketentuan Allooh yang ditulis pada kitab di Lauhul Mahfuz (Qodho Allooh).

Bila kita perhatikan ayat-ayat ini maka Islamnya seseorang/kaum, kafirnya seseorang/kaum, keberuntungan seseorang/kaum, malapetakanya seseorang/kaum, bergeraknya badan seseorang, dimenangkannya Jokowi oleh MK dan sebagainya, semuanya telah tertulis pada kitab di Lauhul Mahfuz.

 

Al-An’am : 59

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)”

 

Yunus : 61

Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

 

Al-A’raf : 131

Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: “Itu adalah karena (usaha) kami”. Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

 

Hud: 76

Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.

 

Al-Baqoroh: 30

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

            Catatan untuk Al-Baqoroh: 30. Bila kita lihat ayat tersebut maka keluarnya Adam dari surga dan turun ke bumi bukanlah karena kesalahan Adam memakan buah khuldi.

2. Ayat-ayat Qur’an yang berhubungan dengan adanya kehendak bebas dari manusia untuk melakukan sesuatu (Free Will)

Bila kita lihat ayat-ayat Qur’an tentang Free Will ini sepertinya  bukan Allooh yang memenangkan Jokowi tetapi MK. Begitu juga dengan kafirnya seseorang/kaum atau malapetaka yang menimpa seseorang/kaum, semuanya disebabkan atas keinginan orang tersebut/kaum, kebodohan dan kecerobohannya. Lain halnya dengan keberuntungan seseorang/kaum. Hal itu disebabkan oleh karunia Allooh SWT/takdir Allooh.

 

An-Nisa : 79

Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.

 

Ar-Rum: 41

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

 

Ar-Ra’d: 11

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

 

Yunus : 100

Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.

 

Yunus : 54

            Dan kalau setiap diri yang zalim (musyrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka membunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya.

 

Al-Anfal : 50-51

Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar”, (tentulah kamu akan merasa ngeri).

Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya.

 

At-Taubah : 16

            Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Thaha : 115

Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.

Catatan Thaha: 115. Dari ayat ini terlihat bahwa turunnya Adam AS kebumi karena dia melanggar perintah Tuhan untuk tidak memakan buah khuldi. Atau kesalahan Adam lah yang menyebabkan manusia berada di bumi.

3. Perubahan takdir Allooh (Qodar Allooh)

Ar-Rad : 39

Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).

 

Yusuf : 87

Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”.

 

Hijr : 56

Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat”.

 

Hud : 117

Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.

 

Al-Mu’min : 60

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

 

Rahman : 29-30

Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.

Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?

Thaha : 123

Allah berfirman: “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.

Kesimpulan dari ayat-ayat diatas (A, B, C) adalah :

  • Yang dapat dilakukan manusia hanyalah berkehendak bebas saja. Sedangkan terjadinya gerakan manusia tersebut tergantung Qodar Allooh.
  • Qodar Allooh bisa sesuai dengan Qodho Allooh. Tapi bisa juga tidak sesuai dengan Qodho Allooh.
  • Allooh tidak berbuat zalim pada manusia atau kaum, betapapun keburukan untuk manusia/kaum itu telah dituliskan Allooh pada kitabnya di Lauhul Mahfuz. Tetapi keburukan itu dapat dirubah bila manusia itu atau kaum itu berusaha untuk merubah segala keburukan yang telah dituliskan Allooh bagi mereka.
  • Karena Allooh tidak pernah berbuat zalim kepada manusia, maka Allooh tidak akan merubah suatu hal yang baik atau suatu keberuntungan bagi seorang manusia/kaum, bila itu telah tertulis di Lauhul Mahfuz. Betapapun manusia/kaum itu tidak menyembah Allooh SWT.
  • Segala hukum fisika, kimia, matematika yang akurat adalah dasar tulisan Allooh di Lauhul Mahfuz mulai dari bumi ini belum terbentuk sampai dengan hancurnya bumi ini.
  • Allooh akan memberikan bantuannya bila manusia itu menyembahnya dan berusaha sungguh-sungguh (menggunakan Free Will baiknya dengan kuat) untuk berbuat kebaikan.

Dengan dasar kesimpulan itu, bila kita melihat contoh Adam AS, sesungguhnya masih ada kans untuk manusia tinggal disurga selama-lamanya. Sedangkan dalam masalah Jokowi, bila Jokowi adalah suatu malapetaka bagi rakyat Indonesia (baca: Mayoritas Umat Islam Indonesia), maka  malapetaka Jokowi itu telah tertulis di Lauhul Mahfuz (Qodho Allooh). Telah tertulis di Lauhul Mahfuz bahwa pada bulan Oktober 2019 tanggal sekian jam sekian menit sekien detik sekian, Jokowi dilantik menjadi presiden RI untuk periode kedua kalinya.

Allooh menuliskan yang demikian itu tentang Jokowi di Lauhul Mahfuz, karena berdasarkan perhitungan fisika, kimia, dan matematika yang akurat pada zaman azal, Jokowi akan menggunakan seluruh power yang ada padanya untuk berkuasa, dilain pihak rakyat Indonesia tidak menggunakan seluruh power yang ada padanya (Penakut).

Sesuai dengan kesimpulan ayat-ayat tentang takdir Allooh, bahwa Allooh tidak berbuat zalim pada suatu kaum, dan akan memberikan bantuannya bilamana kaum itu menyembahnya serta menggunakan Free Will baiknya dengan kuat, maka Allooh akan merubah segala Qodho yang telah tertulis untuk pelantikan Jokowi itu pada kitabnya di Lauhul Mahfuz. Bila itu dimengerti, maka bila terjadi gerakan dari rakyat Indonesia untuk melawan Jokowi dan berujung pada keberhasilan gagalnya Jokowi untuk dilantik, maka itu sesungguhnya adalah Qodar Allooh yang merubah segala Qodho yang telah tertulis untuk pelantikan Jokowi sebagai Presiden RI periode ke-2.

Kesimpulannya, bila Jokowi berhasil dilantik sebagai Presiden RI pada bulan Oktober 2019 ini, maka itu adalah sesuai dengan Qodho dan Qadar Allooh. Atau itu adalah sesuai dengan takdir Allooh. Sesuai dengan Qodho Allooh, karena berdasarkan perhitungan fisika, kimia dan matematika yang akurat pada zaman azal, memang Jokowi harus ditulis di Lauhul Mahfuz dapat dilantik sebagai Presiden RI pada bulan Oktober itu. Sedangkan Qodar Allooh yang sama dengan Qodho Allooh, karena Dia Allooh tidak melihat niat kuat dari rakyat Indonesia, khususnya umat Islam Indonesia untuk menggagalkan pelantikan Jokowi dibulan Oktober 2019 itu.

Tapi bila Jokowi meninggal dunia satu hari sebelum pelantikannya sebagai Presiden, maka itu bukan berarti bahwa Allooh berbuat zalim pada Jokowi.  Memang telah tertulis di Lauhul Mahfuz, bahwa satu hari sebelum pelantikan, jam sekian menit sekian detik sekian, Jokowi akan meninggal dunia. Allooh tidak merubah apa yang tertulis di Lauhul Mahfuz itu. Atau Qodho dan Qodar Allooh itu adalah sama. Allooh tidak mengabulkan doa Jokowi supaya panjang umur, karena untuk terkabulnya suatu doa, diperlukan syarat-syarat. Dan Jokowi tidak mampu memenuhi syarat itu. Tertulisnya Jokowi untuk mati satu hari sebelum pelantikan, jam sekian menit sekian detik sekian, pada Qodho Allooh juga berdasarkan perhitungan yang akurat secara fisika, kimia, dan matematika. Begitu pun sebab kematian Jokowi (telah tertulis di Lauhul Mahfuz).

Bila kematian itu dianggap bonus atau keuntungan bagi rakyat Indonesia, maka itulah bonus atau keuntungan yang diberikan bagi rakyat Indonesia betapapun rakyat Indonesia tidak melakukan upaya sama sekali untuk menjatuhkan Jokowi.

Diskusi kasus-kasus Lain:

  • Kasus UAS yang dipermasalahkan akibat ceramah tentang salib di masjid.

Dengan perhitungan fisika, kimia, dan matematika akurat, seperti telah diterangkan sebelumnya, maka rezim Jokowi akan berkuasa kembali. Dan dengan perhitungan fisika, kimia dan matematika yang akurat pula, rezim Jokowi akan memaksa supaya para penceramah Islam untuk mengajarkan kepada umat Islam, menghormati agama lain termasuk simbol-simbolnya. Ayat-ayat yang menyatakan bahwa selain Islam adalah kafir, dan orang kafir adalah najis, buta, tuli, bisu, bodoh seperti binatang ternak, makhluk terburuk dan masuk neraka jahanam tidak boleh lagi dibaca dan dibahas di masjid.

Jadi pada Qodho Allooh telah tertulis bahwa UAS pada tanggal sekian bulan sekian tahun sekian akan dipermasalahkan ceramahnya yang tentang salib itu. Dan telah tertulis pula bahwa UAS pada tanggal sekian bulan sekian tahun sekian akan dimasukkan dalam  penjara rezim. Dan bila itu semua terjadi maka itu berarti Qodho Allooh sama dengan Qodar Allooh. Tidak dirubahnya Qodho Allooh, oleh karena Free Will kuat dari UAS dan pendukungnya tidak ada. Sehingga terjadilah Qodho Allooh = Qodar Alloh.

Tapi bila UAS tidak masuk penjara, akibat rezim takut melihat kekuatan UAS bersama pendukungnya, maka Qodar Allooh telah merubah Qodho Allooh (Qodho ≠ Qodar).

Pada perenungan saya, kasus yang menimpa UAS saat ini, memberikan pelajaran yang baik bagi UAS. Bahwa seharusnya dia menerima penawaran, sebagai cawapres Prabowo tempo hari. Bila dia menerima itu, kemungkinan besar Prabowo akan menang mutlak. Atau bila tetap dicurangi maka rakyat Indonesia akan melawan itu dan berimbas pada tidak adanya putusan MK yang memenangkan Jokowi. Bila Jokowi tetap dimenangkan MK, maka kemungkinan besar rakyat Indonesia akan melawannya. Bila itu terjadi dapat di pastikan bahwa Prabowo tidak dengan cepat mengakui kekalahan atau legowo terhadap keputusan MK itu.

  • Kasus malapetaka yang menimpa Indonesia

Seperti telah dituliskan diatas bahwa dengan perhitungan fisika, kimia dan matematika yang sangat akurat tertulislah di Lauhul Mahfuz, bahwa bangsa Indonesia akan merusak ekosistim tanah airnya (Qodho Allooh). Juga tertulis di Lauhul Mahfuz bahwa sudah saatnya, lempeng-lempeng bumi bergeser, dan gunung-gunung meletus. Dan tertulis pula di Lauhul Mahfuz bahwa pada saat itu kerusakan akhlak di Indonesia merajalela (Qodho Allooh). Maka pada tahun sekian tanggal sekian bulan sekian jam sekian menit sekian detik sekian terjadilah segala malapetaka itu, tsunami, gempa bumi, gunung meletus, banjir, kekeringan, wabah penyakit, dan sebagainya (Qodho Allooh = Qodar Allooh).

Al-Isra’ : 16

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.

Sering timbul pertanyaan, apakah segala malapetaka itu kehendak Allooh?

Sifat Allooh yang Ar-Rohman dan Ar-Rohim memberikan jawaban bahwa itu bukan kehendak Allooh. Hanya saja Allooh tidak merubah Qodho nya. Atau secara mudah setelah Allooh menuliskan Qodho nya maka Dia langsung “tidur” karena Allooh tidak melihat Free Will baik yang kuat dari rakyat Indonesia untuk merubah Qodho itu. Padahal adanya Free Will baik yang kuat menjadi  pertaruhan antara Allooh dan iblis. Iblis akan memprotes bila Allooh merubah Qodho-Nya tanpa adanya Free Will baik yang kuat dari rakyat Indonesia. Dan itulah game yang setuju untuk dimainkan oleh Allooh dan iblis.

Bila kita menganggap bahwa rezim Jokowi ini adalah penyebab tidak berubahnya Qodha Allooh, maka penggantian rezim Jokowi akan menyebabkan Qodho Allooh tentang kehancuran Indonesia dihapuskan atau ditunda (Qodho Allooh≠Qodar Allooh).

            Kesimpulan penting dari tulisan ini bagi saya pribadi adalah kepercayaan saya pada rukun iman ke-6, bertambah kuat. Karena dapat dijabarkan secara logis. Saya makin percaya bahwa segala hal yang buruk ataupun baik adalah takdir Allooh dan di izinkan oleh Allooh untuk terjadi pada saya. Tetapi bila keburukan yang menimpa saya, maka hal itu bukanlah kehendak Allooh. Tetapi karena kurang kuatnya niat saya untuk menghindarkan keburukan  yang telah di takdirkan Allooh untuk saya itu.

            Pada akhirnya segala puji bagi Allooh yang telah memberikan kekuatan untuk menuliskan artikel ini.

            Semoga tulisan ini dapat menjadi bahan renungan atau diskusi bagi para ulama dan intelektual Islam di Indonesia (pada khususnya) dan dunia Islam (pada umumnya). Aamiin ya robbal ‘aalamiin.

            Kalau apa yang saya tuliskan ini benar maka itu semua karena petunjuk dari Allooh SWT.

            Walloohu a’lam bishowab.