DICARI PRESIDEN INDONESIA YANG MAMPU MEMENANGKAN JIHAD MELAWAN SETAN NARKOBA DI INDONESIA

Bismillaahirrohmaanirrohiim

 

DICARI PRESIDEN INDONESIA YANG MAMPU MEMENANGKAN JIHAD MELAWAN SETAN NARKOBA DI INDONESIA

T.MUDWAL

 

Sebelum membahas topik di atas, saya rasa kita memerlukan data-data selengkap mungkin terlebih dahulu tentang narkoba di Indonesia.

Data-data:

  1. Indonesia merupakan pasar terbesar narkoba di Asia dan mungkin dunia.
  2. Hampir seluruh narkoba yang masuk ke Indonesia berasal dari negara Cina.
  3. Berita dari National Narcotics Control Commission of Cina tahun 2016 menginformasikan bahwa 250 ton narkotik jenis sabu telah masuk ke Indonesia. Tapi sabu yang disita sepanjang 2016, hanya 1 ton saja.
  4. Cina sepertinya ikut aktif membantu proses pemberantasan narkoba dalam segala bentuknya. Ini terbukti adanya kerjasama badan narkotika Cina dengan Indonesia. Dimana salah satunya adalah pemberitahuan seperti poin nomor 2. Dan dikabarkan mereka juga ikut andil untuk menangkap kapal yang membawa ±3 ton sabu dalam bulan Februari 2018 ini. Bahkan Cina dikabarkan mendukung tindakan presiden Pilipina Duterte untuk menembak mati sebanyak mungkin para pengedar narkoba di Pilipina. Tapi secara kenyataan,Cina memperbolehkan aktifnya pabrik-pabrik pembuat bahan baku narkotika. The New York Times tanggal 21 Juni 2015, mempertanyakan kebijaksanaan Cina tersebut. Karena berdasarkan pengetahuan mereka, lebih dari 150 perusahaan Cina sepertinya diizinkan untuk memproduksi narkotika termasuk juga narkotika paling berbahaya atau narkotika zombie/narkotika Belum ada informasi bahwa Cina menggerebek pabrik narkoba terbesar di Cina yang bertujuan ekspor. Tetapi bila pabrik itu terbukti bertujuan menjual narkoba kepada penduduk Cina sendiri maka pabrik itu akan dibubarkan. Seperti apa yang dilaporkan foreignpolicy.com.Penggerebekan sebuah desa di Guangzhou juga di daerah Chongqing dan Fujian. Dimana penduduknya memproduksi narkoba yang diperjualbelikan di seluruh negara Cina.
  5. Cina sangat melarang penggunaan narkotika pada rakyatnya. Dari 1,379 miliar penduduk Cina hanya 2,95 juta yang dilaporkan sebagai pengguna narkoba. Sedangkan Indonesia berdasarkan laporan BNN tahun 2017, menyatakan bahwa pengguna narkotika di Indonesia telah mencapai 6,4 juta jiwa dari 262 juta rakyat Indonesia. Cinapun memperlihatkan kepada dunia hukuman mati terhadap pengedar narkoba yang dilakukan di depan mata ribuan orang. Pada tahun 2014, Cina melaporkan bahwa mereka berhasil menyita 9,3 ton heroin dan 11,4 ton metamphetamine yang berasal dari segitiga emas (Laos, Myanmar, Thailand).
  6. Berdasar kasus penyelundupan narkoba di Indonesia, maka 65% kasus, diselundupkan melalui laut dan 35% kasus diselundupkan melalui udara. Tetapi secara jumlah, dapat dikatakan bahwa banyaknya narkoba yang masuk ke Indonesia 99,9% berasal dari laut. Karena ratusan ton narkoba bisa diangkat oleh kapal laut. Kasus tertinggi narkoba yang pernah diselundupkan melalui udara, hanya seberat 2, 02 kg saja. Pelabuhan udara Ngurah Rai, Bali pada tahun 2015 menangkap 9 kasus penyelundupan narkoba melalui udara. Dan total berat narkoba yang disita hanya 2,31 kg. Sedangkan laporan mereka tahun 2014 dari mulai bulan Januari s/d September, total berat narkoba yang disita hanya 81 kg.
  7. Indonesia mempunyai 28.000 pelabuhan tidak resmi atau pelabuhan tikus. Dan berdasar data BNN hampir semua penyeludupan narkoba dari laut berasal dari negara Cina.
  8. Adalah menarik bahwa penyelundupan narkoba bisa melalui batang kayu, permen, eyeliner, bahkan handphone baru yang masih bersegel.
  9. Budi Waseso (Buwas) dalam salah satu orasi ilmiahnya di Makassar tanggal 2 Oktober 2017 menyatakan bahwa pengguna narkoba pada tahun 2016 telah mencapai jumal 6,4 juta jiwa. Bagi saya jumlah ini sangat fantastis. Karena survei nasional prevalensi penyalahgunaan narkotika tahun 2014, dengan menggunakan tren naik diperkirakan jumlah pengguna narkoba hanya sekitar 5 juta jiwa saja pada tahun 2020. Laki-laki 3.722.800 orang dan wanita 1.302.100 orang.
  10. Tiap tahun ratusan ton narkoba jenis sabu lolos. Tetapi maksimal narkoba jenis sabu yang berhasil disita hanya 4,71 ton saja (tahun 2017). Sedangkan di tahun 2018, yang baru berjalan 2 bulan, telah disita ±3 ton narkoba jenis sabu. Ada informasi yang mengatakan bahwa 600 ton narkoba jenis sabu akan masuk ke Indonesia di tahun 2018 ini.
  11. 90% kasus peredaran narkoba di Indonesia sepanjang tahun 2017, dilakukan dari dalam penjara.
  12. Jokowi menjadi presiden bulan Oktober 2014. Dan bulan Januari 2015, beliau mendeklarasikan Indonesia dalam darurat nakoba. Sedangkan pada bulan Desember 2016 beliau mengatakan akan berperang besar dengan narkoba.
  13. Demi keadilan, maka presiden Jokowi dianggap baru bertanggung jawab pada perkembangan narkoba di Indonesia sepanjang tahun 2015, 2016, 2017 dan awal 2018.

Jumlah kasus dan prekursor narkotika yang berhasil disingkap di Indonesia:

2013 2014 2015 2016 2017
147 384 638 864 46.537

Jumlah tersangka pengedar narkotika dan prekursor narkotika yang berhasil disingkap di Indonesia:

2013 2014 2015 2016 2017
239 588 1140 1330 583.65

Jumlah pengguna narkotika (juta jiwa):

2013 2014 2015 2016 2017
4 4,3 5,9 6,4 Belum ada data

Berat sabu yang disita (ton):

2013 2014 2015 2016 2017
1,32 3,73 3 1 4,71

Ekstasi yang disita (butir) :

2013 2014 2015 2016 2017
26.937 14.914 606.132 754.000 2.940.748

Ganja yang disita (ton):

2013 2014 2015 2016 2017
13,52 8,15 23,2 2,6 151,22

Jumlah eksekusi mati bandar narkoba zaman SBY (10 tahun masa kerja): 5 orang

Jumlah eksekusi mati bandar narkoba zaman Jokowi (3 tahun masa kerja): 18 orang

Jumlah bandar yang ditembak mati di tempat zaman SBY (10 tahun masa kerja): 1 orang (?)

Jumlah bandar yang ditembak mati di tempat zaman Jokowi (3 tahun masa kerja):79 orang

  1. Umur pengguna narkoba berkisar antara 10-59 tahun. Pengguna terbanyak pada umur 24-35 tahun. Pelajar dan mahasiswa sebanyak 27,32%.
  2. Kematian per hari yang berkisar 30-40 orang di tahun 2015, menjadi 50 orang per hari di tahun 2016. Dan diperkirakan 15 ribu generasi muda mati akibat narkoba per tahunnya, sejak tahun 2016.
  3. 1 gram sabu dikonsumsi 5 orang. Untuk 6,4 juta orang pengguna diperlukan 6 ton sabu per minggu atau ±300 ton sabu per tahun.
  4. Jumlah pengedar yang telah divonis mati adalah 25 orang. Telah ditembak mati pada zaman Jokowi sebanyak 18 orang dalam 3 waktu berbeda. 18 Januari 2015, 6 orang, 29 April 2015, 8 orang, 29 Juli 2016, 4 orang.

Eksekusi mati jilid 4, tertunda oleh karena menurut Jokowi/jaksa agung:

  • Putusan MKyang membolehkan peninjauan kembali (PK) yang bisa dilakukan berkali-kali.
  • MK juga memutuskan jawaban grasi dari presiden yang tadinya maksimal 1 tahun setelah putusan tetap hukuman mati, menjadi tidak terbatas waktunya.
  1. Masih ada peluang, seseorang yang terpidana mati dan telah mengalami hukuman 10 tahun, untuk dirubah menjadi hukuman penjara 20 tahun (RKUHP).
  2. Ombudsman RI, bersama-sama dengan LBH Masyarakat, Komnas HAM, Kontras, mempersulit tembak mati ditempat dan eksekusi mati para bandar narkoba. Para pemimpin agama katolik juga mengeluarkan fatwa yang menolak hukuman mati bagi para pengedar narkoba
  3. Presiden Filiphina Rodrigo Duterte, mengklaim telah menurunkan pengguna narkoba sebanyak 90%, setelah menembak mati ditempat semua orang yang berhubungan dengan narkoba sebanyak 3.900 orang sejak 30 Juni 2016 sampai dengan Oktober 2017 (16 Bulan). Data lain menyatakan, yang tewas adalah 7.000 orang atau sekitar 15 orang setiap harinya.
  4. Uang yang beredar, akibat narkotika sangat dahsyat dan menggiurkan. Budi Waseso (Kepala BNN) bulan Desember 2017 mengatakan bahwa traksaksi penggunaan narkoba di Indonesia tahun 2017 mencapai 250 Trilyun Rupiah. Dan dia secara berkelakar, siap mengamankan para bandar narkoba itu bila diberikan uang 8 milyar, langsung kepadanya tanpa perantara.
  5. Kemenkumham, membuka aplikasi online untuk memudahkan orang Cina yang ada di negara Cina menjadi WNI.
  6. TKA Cina yang terdaftar di Dirjen Imigrasi adalah paling besar dari seluruh TKA di Indonesia, yaitu mencapai 21.271 orang. Informasi lain yang beredar menyatakan bahwa TKA Cina berkisar antara 1 juta – 10 juta dan sebagian besar dari mereka hanyakan pekerja kasar saja atau tidak pantas bekerja di Indonesia. Pengarahan Jokowi pada menteri terkait tanggal 6 Maret 2018, meminta supaya TKA diberikan kemudahan pada izin, jangan berbelit-belit. Dan diberikan visa yang tak terbatas dan izin yang tak terbatas.

PEMBAHASAN

Dengan data-data diatas, maka apa yang dikatakan oleh orang-orang terhormat negara ini, bahwa Indonesia berada dalam gawat darurat bahaya narkoba atau ajakan yang mengatakan bahwa saatnya telah tiba bagi Indonesia untuk berjihad atau perang besar melawan narkoba adalah benar sakali. Target untuk mempertahankan jumlah pengguna narkoba supaya tidak melebihi angka 5 juta jiwa pada tahun 2020, telah jauh terlampaui pada tahun 2016. Pengguna narkoba sepanjang tahun 2016, telah mencapai 6,4 juta jiwa dan belum ada informasi, berapa banyak pengguna narkoba sepanjang tahun 2017. Dengan alasan itu, berita yang mengabarkan bahwa akan masuk narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 600 ton pada tahun 2018 ini, adalah satu hal yang logis. Karena untuk mensuplai 6,4 juta jiwa pengguna sabu-sabu itu, diperlukan 300 ton sabu-sabu setiap tahunnya. Dan diperkirakan sepanjang tahun 2018, pengguna sabu-sabu, bertambah banyak jumlahnya dan bukan tidak mungkin, telah mencapai 10 juta jiwa. Atau diperlukan paling sedikit 500 – 600 ton sabu-sabu untuk mensuplai mereka. Dengan demikian kematian generasi muda Indonesia pertahun bisa menjadi lebih dari 20.000 orang sepanjang tahun 2018. Uang yang dihasilkan dari transaksi narkoba itu bila diperkirakan mungkin bisa sekitar 400 Trilyun pada tahun 2018 ini.

Apa yang bisa kita lakukan dalam menghadapi serangan setan narkoba itu?

Adanya 28.000 pelabuhan tikus disepanjang perairan Indonesia, adalah titik lemah yang sulit untuk diatasi. Dengan demikian setan narkoba pasti akan masuk kedalam benteng Indonesia. Bertahan didalam benteng dengan menembak mati seluruh orang yang berhubungan dengan setan narkoba yang ada didalam benteng, seperti yang dilakukan oleh Duterte, terbukti sangat berhasil. Yaitu, turunnya pengguna narkoba sampai 90%. Betapapun menurut analisis saya bisa dikatakan 100% yang tertembak adalah rakyat Pilipina sendiri. Karena bila banyak orang asing, yang tertembak, dipastikan negara-negara asing tersebut akan protes keras, dan itu membahayakan hubungan diplomatik Pilipina dengan negara-negara asing tersebut. Suatu hal yang pernah dialami oleh presiden Jokowi, pada saat mengeksekusi mati 18 orang pengedar narkoba yang sebagian besar adalah orang asing itu. Sedangkan protes dari komnas HAM PBB diabaikan oleh Duterte. Dan itu adalah suatu hal yang wajar. Karena Israel atau Suriah misalnya, juga menolak segala protes HAM PBB dan resolusi PBB.

Duterte harus diakui mempunyai keberanian dan komitmen yang kuat untuk menghancurkan setan narkoba. Dia berani menghadapi protes hebat dari aktivis HAM bahkan pemimpin gereja katolik Pilipina. Misalnya protes terhadap Duterte akibat tertembak matinya seorang anak laki-laki berumur 17 tahun oleh polisi anti narkoba Pilipina. Kejadian tersebut mendorong kepala gereja katolik Pilipina untuk mempertegas lagi permintaannya pada Duterte, supaya menghentikan kebijakan koboinya itu. Agama katolik adalah agama 85% dari penduduk Pilipina. Tapi Duterte mengabaikan protes-protes itu. Bahkan dia berani mengecam balik para pemimpin gereja katolik Pilipina itu.

Saya sendiri setuju dengan kebijakan Duterte tersebut. Tembak mati 1.000 – 2.000 setan narkoba setahun, lebih dipilih ketimbang kematian 15.000 – 20.0000 generasi muda Indonesia pertahun. Saya setuju dengan kebijakan Jendral Soeharto, yang menembak mati 100.000 – 500.000 setan komunis, ketimbang negara Indonesia menjadi negara komunis. Masalahnya adalah apakah ada Presiden RI, yang mempunyai keberanian seperti Duterte atau Jendral Soeharto itu?. Firman Allooh pada Ar-Rum 41, Al Anfal 25 lebih didahulukan ketimbang Al Maidah 32.

Ar Rum 41:

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Al Anfal 25:

Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.

Al Maidah 32:

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.

Bila Presiden Indonesia yang sekarang dan yang akan datang, tidak ada yang seberani Duterte, lalu tindakan apa yang efeknya sama atau bahkan lebih efektif ketimbang yang dilakukan Duterte?

Bila kita yakin akan kebenaran berita The New York Times dan data-data tentang hubungan negara Cina dengan narkoba (seperti yang saya tulis diatas), maka sulit dibantah bahwa ekspor narkoba merupakan program negara Cina. Karena ekspor narkoba ke Indonesia jelas memberikan sumbangan yang cukup signifikan untuk menambah kekayaan negara Cina. Informasi intelijen dari Cina, yang membocorkan adanya kapal-kapal bermuatan narkoba dari Cina ke Indonesia, adalah suatu tipuan cantik dari negara Cina.

Karena itu cara kedua, adalah menyerang keluar benteng. Pemerintah Cina diminta untuk menutup semua pabrik yang memproduksi narkoba termasuk prekusornya. Diperlukan kerjasama dengan dunia Internasional untuk memaksa Cina melakukan hal tersebut. Bila tetap ada kapal Cina pembawa narkoba, yang tertangkap di Indonesia, maka hubungan diplomatik dengan pemerintah Cina harus diputuskan, apapun risikonya.

Pemutusan hubungan diplomatik itu secara otomatis akan membatalkan keputusan menkumham yang memberikan kemudahan pada penduduk dari negara Cina untuk menjadi WNI. TKA Cina pun terpaksa harus di pulangkan ke negara Cina, karena di khawatirkan akan menjadi mata-mata negara Cina. Penjagaan secara maksimalpun terhadap 28.000 pelabuhan tikus, harus dilakukan. Karena selain lolosnya setan narkoba, juga dikhawatirkan lolosnya mata-mata Cina kedalam NKRI.

Bila Presiden Indonesia yang sekarang dan yang akan datang, tidak berani pula melaksanakan cara kedua, maka cara apalagi yang harus dilakukan?

Cara ketiga adalah memperkuat pertahanan di dalam benteng, tanpa harus melakukan cara Duterte. Rakyat harus diprovokasi untuk membatalkan keputusan MK, tentang masalah penjawaban grasi yang berkepanjangan dan PK yang dapat diajukan berkali-kali.

Pemerintahan Jokowi, tidak dapat memberikan alasan bahwa tertundanya eksekusi mati jilid 4, karena keputusan MK itu. Walaupun MK tidak merubah keputusannya, pemerintahan Jokowi harus lebih aktif. Jaksa agung harus secara aktif menanyakan apakah terhukum mati narkoba itu, akan meminta grasi atau tidak. Bila dalam 1 bulan, tidak mengajukan grasi, berarti masalah selesai. Bila ada PK, maka dalam 3 bulan setelah vonis hukuman mati ditetapkan PK harus telah diajukan. Bila tidak ada PK yang diajukan, maka masalah selesai. Bila ada PK, maka secepatnya dikirimkan ke MA dan secara aktif menanyakan kapan keputusan MA, tentang PK itu selesai. Bila dalam 1 bulan MA, tidak dapat menyelesaikan PK itu maka pemerintah wajib protes ke MA dan DPR. Rakyat Indonesia harus di provokasi untuk mendesak MA, supaya seluruh kasus terhukum mati yang mengajukan PK tersebut dapat diselesaikan selama-lamanya 1 bulan.

Tentang masalah mengajukan PK lagi atau PK berulang, MA telah menyatakan bahwa itu baru dapat diproses kembali oleh MA bila keputusn MA tentang PK pertama, tidak sesuai dengan keputusan pengadilan sebelumnya. Berarti, tidak ada lagi PK berulang, bila keputusan MA pada PK pertama sama dengan keputusan pengadilan sebelumnya. Atau eksekusi mati terhukum mati para bandar narkoba itu harus secepatnya dijalankan. Presiden Indonesia harus dipacu, untuk menjawab grasi paling lambat 1 bulan setelah permohonan grasi tersebut diajukan kepada Presiden.

Bila apa yang saya tulis diatas dilakukan maka tidak ada alasan untuk pemerintahan jokowi tidak melakukan hukuman mati jilid 4 secepatnya pada para terhukum mati bandar narkoba itu.

Termasuk memperkuat pertahanan didalam benteng adalah melakukan eksekusi mati terhadap para bandar narkoba yang telah divonis mati itu, didepan ribuan masyarakat (meniru cara Cina).

Termasuk juga memperkuat pertahanan didalam benteng adalah mengarak dijalanan, para pengguna narkoba yang tertangkap, sebelum mereka dikirim ke panti-panti rehabilitasi pecandu narkoba.

Termasuk memperkuat pertahanan didalam benteng adalah menolak TKA Cina, bekerja di Indonesia. Presiden Jokowi pada pengarahannya tanggal 6 Maret 2018 meminta kepada menteri terkait supaya TKA, diberikan kemudahan izin, jangan berbelit-belit. Dan diberikan visa yang tak terbatas dan izin yang tak terbatas.

Pengarahan Jokowi pada menteri terkait untuk tidak mempersulit izin para TKA bahkan mendorong untuk memberikan visa tanpa batas, sangat berbahaya dalam perang melawan narkoba. Terlebih lagi bila TKA tersebut berasal dari negara Cina. Hal lain lagi adalah sangat konyol bila TKA Cina, yang keterampilannya lebih rendah dari warga pribumi dibolehkan bekerja di Indonesia bahkan diberikan visa puluhan tahun untuk tinggal di Indonesia. Sebagai contoh misalnya datangnya dokter dari negara Cina untuk bekerja di Indonesia. Diagnosa suatu penyakit berhubungan erat dengan tempat tinggal pasien, agama dan adat istiadat pasien. Misalnya suatu penyakit DBD yang kita ketahui banyak menyerang rakyat Indonesia. DBD kemungkinan besar akan sulit di diagnosis, dan berimbas pada salahnya terapi yang dilakukan oleh dokter yang berasal dari Cina. Karena kasus DBD dipastikan sangat sedikit, di Cina. Demikian kesimpulan bila kita membaca tulisan rangking pertama dari google, bila kita mengklik DHF Pathogenesis and pathophysiology. Secara kenyataan pun di Indonesia sangat jarang dirawat seorang dengan etnis Cina oleh karena DBD. Betapapun pada saat itu sedang out break DBD dan banyak orang Cina bertempat tinggal di sekitar rumah sakit tersebut.

Termasuk memperkuat pertahanan di dalam benteng adalah semua pengedar narkoba, baik dengan jumlah besar maupun kecil, hukumannya adalah hukuman mati. Dengan demikian RKUHP, tentang kemungkinan penjara seumur hidup bagi pengedar narkoba harus diubah.

Cara ketiga yang saya tuliskan adalah cara terakhir. Cara itu menurut hemat saya mutlak, harus dapat dijalankan oleh Presiden RI sekarang atau Presiden RI yang akan datang. Bila itupun tidak dapat dilakukan atau tidak ada calon Presiden RI (yang sekarang namanya banyak disebut untuk dicalonkan dalam pilres 2019) yang berani melakukan cara ketiga itu, maka rakyat Indonesia harus berani mencari dan memaksa seseorang untuk dapat dijadikan Presiden RI. Demi memenangkan perang dalam jihad melawan narkoba. Tanpa adanya Presiden RI yang seperti itu, sulit untuk dibantah bahwa  10 – 15 tahun kedepan RI akan menjadi pasar dan budak narkoba serta budak dari asing.

Tabel yang terlihat, selama 3 tahun pemerintahan Jokowi jelas memperlihatkan tanda-tanda kekalahan dalam perang melawan narkoba. Betapapun beliau telah membuat sejarah, sebagai Presiden RI pertama yang menembak mati bandar narkoba sebanyak 18 orang. Dan Presiden RI pertama yang menembak mati ditempat bandar narkoba sebanyak 79 orang.

Yasin 60:

Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan (narkoba)? Sesungguhnya syaitan (narkoba) itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”,

Komentar : Setelah membaca tulisan ini, apakah setan narkoba dan para pengikutnya masih belum nyata? Apakah kita tetap akan memuliakan atau menyembah setan narkoba dan para pengikutnya itu?

 

Al A’raf 96:

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Komentar : Semoga kita semua tidak ada yang mendustakan atau memandang remeh tulisan ini

Al Anfal 25 :

Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.

Komentar : Rakyat Indonesia yang merasa dirinya saleh bahkan para ulamanya sekalipun, harus berusaha sekuat tenaga, untuk menghancurkan setan narkoba dan para pengikutnya. Bila mereka tidak serius melakukan itu, maka azab Allooh yang keraspun pasti pula akan menimpa mereka semuanya. Sebagaimana yang menimpa setan narkoba dan para pengikutnya.

Sejarah bangsa Jawa (baca:Indonesia) menunjukkan bahwa bangsa Jawa sangat tergantung pemimpinnya. Bila pemimpinnya hebat, bangsa Jawa akan hidup mulia. Tetapi bila pemimpinnya sontoloyo maka mereka akan jatuh kedalam kasta Sudra bahkan Paria. Paria diluar negara Indonesia dan didalam negara Indonesia.

Walloohu a’lam bissawaab

Comments are closed.