JADIKAN DIRIMU PANUTAN KEBERANIAN

Taufiq bin Muhibbuddin bin Muhammad Waly bin Muhammad Salim bin Malin Palito

            Sebagai keturunan yang bergelar Malin Palito, maka apa yang menimpa orang-orang Minang di Papua, sungguh membuat hati saya marah sekaligus sedih atas kejadian itu. Sebagai seorang warga negara Indonesia, apa-apa yang menimpa suku Minang, Makassar dan Jawa di Papua itu, sungguh-sungguh membuat hati saya murka pada rezim yang memerintah negara ini. Mereka seperti tidak becus karena tidak mampu mencegah dan mengatasi masalah itu sampai sekarang. Sebagai seorang yang beragama Islam, apa-apa yang menimpa saudara seiman saya itu, sungguh-sungguh membuat hati saya kesal terhadap para pemimpin dan ulama Islam Indonesia. Karena mereka tidak mampu berbuat suatu hal yang signifikan untuk membantu para saudaranya seiman, yang secara jumlah adalah mayoritas di negara ini.

            Demonstrasi besar mahasiswa yang diikuti oleh anak-anak STM, terjadi bersamaan dengan pembantaian di Papua itu. Saya berkonsentrasi pada demonstrasi besar itu. Keinginan untuk menyelamatkan mereka dan harapan akan hasil yang dibuat termasuk juga kemungkinan terhadap jatuhnya rezim ini, adalah hal yang menyebabkan saya berkonsentrasi di situ. Apa yang dilakukan oleh mahasiswa beserta anak-anak STM mempunyai kemungkinan yang jauh lebih besar untuk menjatuhkan rezim secara cepat ketimbang demo umat Islam 4/11, 2/12, dan parade Tauhid kemarin. Sedangkan kasus pembantaian di Papua, kemungkinan akan jatuhnya rezim sangat kecil.

            Kesalahan-kesalahan kebijakan Jokowi selama 5 tahun pemerintahannya adalah sangat jelas. Maka dengan terjadinya pembantaian di Papua, terbunuhnya beberapa mahasiswa, dan pilpres yang penuh kecurangan, pada hemat saya menunjukkan telah sempurnanya syarat untuk menjatuhkan rezim ini atau menolak Jokowi untuk dilantik sebagai Presiden RI untuk kedua kalinya. Tetapi itu tidak dapat dilakukan, tanpa gerakan besar dari rakyat Indonesia yang berani bersimbah darah dan meregang nyawa untuk melawan tukang pukul rezim ini, yaitu polisi dan kemungkinan juga tentara.

            Sepanjang pemantauan saya, 3 orang ustadz telah meminta rakyat Indonesia untuk berani melakukan perbuatan heroik itu. Tetapi tidak terlihat antusias dari rakyat Indonesia. Bahkan 2 kelompok suku bangsa Indonesia yang terkenal pemberani dan menjadi korban dari pembantaian itu (Minang dan Makassar), tidak terlihat respon keras yang signifikan  yang menunjukkan kemurkaan mereka. Bila 2 suku bangsa Indonesia yang terkenal pemberani  saja dan beragama Islam, bahkan menjadi korban pula, acuh tak acuh pada peristiwa pembantaian itu, bagaimana mungkin kita dapat membangkitkan semangat jutaan rakyat Indonesia untuk menumbangkan rezim ini secepatnya. Bahkan pada analisa saya bila ustadz-ustadz populer seperti UAS, UAH, Aa Gym atau Zulkifli Ali dipenjara oleh rezim, tidak akan terjadi gerakan jutaan umat Islam yang akan membebaskan mereka.

            Pada peristiwa pembantaian di Papua itu, jelas menunjukkan pada kita semua, hilangnya persaudaraan sesama suku dan sesama umat Islam. Ketakutan akan hilangnya zona nyaman, bila melawan rezim adalah penyebabnya. Iming-iming surga akhirat karena mati syahid, tidak lagi menarik hati ratusan juta umat Islam Indonesia.

            Saya tidak melihat jalan lain untuk menumbangkan rezim ini secara cepat, kecuali para pemimpin dan ulama Islam Indonesia harus menjadi panutan dari umat Islam atau rakyat Indonesia dalam masalah keberanian. Mereka seyogianya terus-menerus berceramah membangkitkan semangat jihad dari masyarakat. Kalau perlu mereka beramai-ramai berdemo di depan istana atau gedung DPR. Bila rakyat yang mengikutinya telah melebihi satu juta, maka itulah saat untuk menduduki istana atau gedung DPR. Kemudian mengangkat orang-orang terbaik di negeri ini untuk menjadi penguasa.

            Risiko untuk dipenjara atau bersimbah darah atau meregang nyawa akibat perbuatan zalim dari rezim, adalah suatu hal yang harus bisa diterima dengan keikhlasan tinggi sebagai pemimpin atau panutan masyarakat.

            Semoga Allooh SWT memberikan pertolongannya supaya rezim ini dapat jatuh dengan cepat. Aamiin YRA.

            Al-Mujadilah: 22

Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.