KEBENARAN TERTINGGI

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Cirebon, 10 Februari 2019

                               Kepada YTH

Saudara Rocky Gerung

                                 di

                                Tempat

Salam Sejahtera,

Dengan surat ini saya menghimbau supaya anda berhati-hati dalam berkomentar pada hal sensitif yang berhubungan dengan keagamaan.

Anda telah menjadi simbol dari perjuangan untuk mengganti rezim Jokowi. Tetapi hal tersebut juga berarti bahwa anda menjadi target utama dari rezim Jokowi dan pendukungnya untuk diperjarakan. Kasus komentar anda yang mengatakan kitab suci adalah fiksi sebagai contohnya.

Hal tersebut menyebabkan para pendukung PADI mati-matian membela anda dari serangan para pendukung rezim Jokowi. Mulai dari ulamanya, sampai dengan ke akar rumput di tingkat WA. Para pendukung PADI berusaha semaksimal mungkin, menguras pikiran semampu mereka untuk menjawab serangan-serangan pemikiran dari pendukung Jokowi.

Bagi saya sendiri, statement anda, bahwa kitab suci adalah fiksi, menunjukkan bahwa anda dalam pencarian untuk mendapatkan kebenaran tertinggi. Saya pun pernah mengalami hal seperti itu. dalam usaha mencari kebenaran tertinggi itu. Saya pernah mengatakan bahwa kitab suci  adalah hasil otak atik dari manusia jenius, yang di bumbui dongeng disana sini. Beragama atau keinginan untuk ber-Tuhan adalah insting primitif dari manusia, akibat trauma kelahiran. Insting tersebut tidak perlu di realisasikan oleh manusia modern. Tuhan tidak harus bernama Allooh, tapi bisa juga bernama Jonson atau Douglas atau Yesus atau Budha atau Ali dsb. Menariknya ternyata pola pikir mencari kebenaran tertinggi itu pernah pula di alami oleh Nabi Ibrahim AS. Beliau pernah mengatakan bahwa Tuhan adalah bulan dan kemudian berganti menjadi Tuhan adalah matahari dan akhirnya berganti bahwa Tuhan adalah sesuatu zat yang tidak terlihat tapi Maha Sempurna dalam segala hal.

Saudara Rocky Gerung yang terhormat,

Saya bersyukur, bahwa saya bukan public figure, sehingga tidak ada yang berkeinginan memenjarakan saya, bila saya berkomentar hal-hal yang kontroversial. Saya bersyukur, tempat saya mengeluarkan komentar-komentar yang kontroversial tersebut adalah orang-orang yang mempunyai ilmu dan kecerdasan yang cukup yaitu WA para dokter dan banyak diantaranya adalah dokter spesialis multi disiplin. Sedangkan anda berkomentar di depan TV atau di channel media milik anda, yang di tonton oleh berbagai macam tingkatan kecerdasan dan keilmuan. Suatu hal yang pada hemat saya berbahaya, baik bagi penonton anda maupun diri anda sendiri. Dan pada akhirnya saya bersyukur bahwa Dia Allooh SWT telah memberikan petunjuknya kepada saya untuk menemukan kebenaran tertinggi tersebut.

Kitab suci dalam arti Al-Quranul Karim, bukanlah fiksi tetapi sesuatu yang real. Karena berasal dari Tuhan pencipta alam semesta. Tantangan Al-Qur’an dalam surat Al-Baqoroh 23-24, Yunus 38, Hud 13, Ali Imron 61, adalah bukti nyata bahwa Qur’an itu berasal dari Tuhan pencipta alam semesta. Hal lain yang menguatkan adalah seluruh statement Qur’an dalam berbagai macam ilmu, telah dibuktikan kebenarannya. Saya membuat satu buku untuk membuktikan itu yaitu “Sumbangan Al-Qur’an dalam Ilmu Kebidanan”. Buku yang saya tulis 30 tahun yang lalu, ketika gejolak keinginan untuk mencari kebenaran tertinggi sangat kuat sekali. Dengan alasan-alasan diatas, maka tidak terbantahkan bahwa Qur’an berasal dari Sang pencipta alam semesta. Konsekuensi dari itu semua adalah hal-hal yang tidak bisa di nalar seperti surga dan neraka menjadi hal yang pasti adanya (atau bukan suatu hal yang fiksi apalagi fiktif)

AL-BAQOROH 23,24.

“Dan jika kamu tetap dalam keraguan tentang Al-Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami Muhammad, buatlah satu surat saja yang semisal Al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang memang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuatnya – dan pasti kamu tidak akan dapat membuatnya, peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir”.

YUNUS 38

Atau patutkah mereka mengatakan: “Muhammad membuat-buatnya”. Katakanlah: “Kalau benar yang kamu katakan itu, maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil untuk membuatnya selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”.

HUD 13

Bahkan mereka mengatakan: “Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu”, Katakanlah: “(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar”.

ALI IMRON 61

“Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta”.

 

                Tuhan tidak boleh sembarangan dipanggil namanya misalnya dengan panggilan Douglas atau Jonson atau lainnya. Tuhan pencipta alam semesta itu bernama Allooh. Agama lain tidak boleh memanggil Tuhannya dengan Allooh. Karena nama Tuhan adalah Allooh hanya ada pada Qur’an. Injil berbahasa Arab pun atau orang Arab yang beragama Kristen pun, tidak boleh memanggil Tuhannya dengan nama Allooh. Dia harus memanggil Tuhannya sesuai dengan apa yang dituliskan oleh Injil yang pertama dahulu (bahasa Ibrani/bahasa Aramaik).

                Keyakinan akan nama Tuhan adalah Allooh bertambah kuat setelah Allooh memberikan ilmunya. Dengan ilmu tersebut, saya menyatakan, bahwa bunyi jantung kita adalah Alloo-Hu. Bukan Lup Dub, seperti yang di tuliskan dalam text book ilmu kedokteran. Tulisan saya mengenai bunyi jantung manusia adalah Alloo-Hu, menempati rangking ketiga dari 1,6 juta artikel yang berbicara tentang onomatopoeia bunyi jantung (search google: onomatopoeia of the heart). Tulisan itupun pernah saya presentasikan dalam kongres besar ahli penyakit dalam se-Indonesia. Dan tidak ada seorangpun yang membantahnya. Baik lisan maupun tulisan.

                Saya mengatakan bahwa keinginan untuk ber Tuhan atau beragama timbul akibat terjadinya trauma kelahiran. Trauma kelahiran disebabkan manusia tersebut dipaksa keluar dari zona nyamannya untuk berpindah kedunia luar oleh tenaga dari ibunya dan diperparah dengan lepasnya plasenta secara mendadak. Padahal plasenta tersebut merupakan sumber makanannya. Dari situlah timbul insting untuk ber Tuhan atau mencari sesuatu yang telah menghancurkan atau menakutkan jiwanya. Dimana bagi orang modern insting tersebut dianggap sebagai insting primitif. Karena bagi orang modern tidak ada yang perlu di takuti. Semuanya bisa di atasi oleh dirinya. Dengan petunjuk Allooh saya mengatakan insting untuk mencari Tuhan itu bukanlah insting primitif. Itu adalah insting kebenaran. Dengan merealisasikan insting itu manusia justru dapat hidup berbahagia dalam arti setinggi-tingginya. Kesimpulan itu, saya tuliskan di google dengan judul “LGBT NO WAY (TEORI ID ALLOOH)”. Tulisan tersebut menempati rangking kedua dari 142 juta artikel dengan judul yang sama yaitu LGBT NO WAY. Kesimpulan tentang perlunya direalisir dorongan Id Allooh dalam bernegara atau perlunya negara mendorong rakyatnya untuk beragama demi tercapainya kebahagiaan bagi rakyat Indonesia dalam arti tertinggi pernah saya kirimkan kepada Megawati Soekarno Putri. Saya kirimkan itu untuk membantah pidato beliau bahwa agama adalah ideologi tertutup yang dapat membahayakan kehidupan bangsa Indonesia dalam bernegara (Konsep Hidup Berpancasila Menurut Islam, http://renungan-tmudwal.com/konsep-hidup-berpancasila-menurut-islam/). Adanya Id Allooh pada manusia, melengkapi teori Sigmund Freud tentang Id, Ego dan Superego. Dimana menurut Freud Id hanya berisi nafsu manusia saja.

                Ide tentang terciptanya Id Allooh akibat trauma kelahiran, saya ambil dari surat Al-A’raf 172-173. Dari dua ayat tersebut, saya dapat mengerti, kenapa Allooh mengancam pada seluruh manusia yang tidak menggunakan Id Allooh nya secara maksimal dalam mencari kebenaran tertinggi. Atau secara tidak langsung Allooh mengancam pada seluruh manusia yang hidup saat ini akan dijebloskan kedalam neraka jahanam bila tidak memeluk agama Islam.

QS Al-A’raf 172:

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

QS Al-A’raf 173:

atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?”

                Saudara Rocky Gerung yang terhormat

                Dengan dasar tulisan-tulisan diatas, saya harapkan saudara Rocky Gerung mengerti bahwa jelas tidak dapat diterima bila mengatakan kitab suci Al-Qur’an adalah fiksi. Penilaian kitab suci fiksi atau bahkan fiktif, pada hemat saya boleh diberikan pada kitab suci selain Qur’an. Untungnya anda tidak mengatakan bahwa kitab suci yang dimaksud adalah Qur’an. Tetapi andaikata anda sebutkan pun, saya bisa mengerti karena anda masih dalam proses pencarian untuk menemukan kebenaran tertinggi. Suatau proses yang pernah saya alami atau dialami oleh Nabiyullooh Ibrahim AS. Dengan alasan bahwa anda dalam proses pencarian untuk mendapatkan kebenaran tertinggi itu maka pada hemat saya tidak sepatutnya anda dimasukkan kedalam penjara akibat mengatakan kitab suci adalah fiksi. Betapapun begitu, saya ingatkan sekali lagi kepada anda untuk lebih berhati-hati dalam mengutarakan isi pikiran yang berhubungan dengan agama. Terlebih lagi agama Islam.

                Bila anda setuju, saya mengundang anda menjadi anggota kehormatan dari WA saya. Disitu anda bisa memberikan komentar apapun dan mudah-mudahan andapun mendapat petunjuk untuk menemukan kebenaran tertinggi dalam WA tersebut. Atau anda bisa langsung diskusi dengan saya melalui e-mail.

                Saya berdoa, semoga Allooh SWT pencipta alam semesta itu memberikan petunjuknya kepada anda untuk menemukan kebenaran tertinggi tersebut. Kebenaran tertinggi yang diharapkan akan membuat anda mampu menciptakan sesuatu yang berdampak lebih baiknya hidup dan kehidupan manusia diatas dunia ini. Aamiin ya rabbal ‘aalamiin.

T. MUDWAL

Note:

Surat ini akan saya tembuskan kepada orang-orang yang saya anggap penting dalam memenangkan Prabowo-Sandi. Diharapkan terjadinya suatu kerjasama yang baik untuk mensukseskan cita-cita tersebut.

Tembusan:

1.      Prabowo Subianto

2.      Sandiaga Uno

3.      Gerindra

4.      Demokrat

5.      PKS

6.      PAN

7.      PP Muhammadiyah

8.      PBNU Tebu Ireng

9.      FPI

10.  MIUMI

11.  ICMI

12.  Habib Rizieq Syihab

13.  Anies Baswedan

14.  Amien Rais

15.  Gatot Nurmantyo

16.  Din Syamsudin

17.  MH Ainun Najib

18.  Ustadz Abdul Somad

19.  Ustadz Adi Hidayat

20.  Ustadz Arifin Ilham

21.  Ustadz Felix Siaw

22.  Ustadz Tgk. Zulkarnain

23.  Ustadz Zulkifli Muhammad Ali

24.  Ustadz Gus Nur

25.  K.H. Hasan Abdullah Sahal

26.  K.H. Abdullah Gymnastiar

27.  Ustadz Buya Yahya