KEDAHSYATAN AL-QUR’AN

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Cirebon, 9 Desember 2018

Kepada Yth,

Bapak Presiden RI

Ir. H. Joko Widodo

di

Tempat

 

Salam Sejahtera,

Dengan surat ini saya ingin membuktikan kepada Bapak Presiden kedahsyatan Al-Qur’an dalam berbicara ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedahsyatan Al-Qur’an yang biasanya ditemukan oleh ahli-ahli barat, sekarang saya coba menunjukkan bahwa ahli dari timur pun bisa menemukan kedahsyatan dari Al-Qur’an tersebut.

Saya menginginkan Presiden-Presiden Indonesia dimasa yang akan datang, adalah Presiden yang dapat memacu para ahli dari timur khususnya Indonesia untuk menjadi panutan dunia dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

Berikut hal-hal yang ingin saya katakan:

  1. Masalah Teori Relativitas Einstein

Einstein dahulu menyatakan bahwa E=MC^2, Bagi saya  teori tersebut kurang akurat. Einstein mengatakan bahwa Energi adalah  sebanding dengan massa dikali dengan kecepatan cahaya pangkat 2. Berarti energi yg terjadi  pasti bergantung pada beratnya massa. Dan energi yang terjadi hanya dapat sebanding dengan kuadrat dari pada kecepatan cahaya. Padahal energi sesungguhnya tergantung berapa banyak kecepatan yang diterima oleh massa tersebut dan berapa besar power dari massa tersebut untuk mengembangkan materi yang ada padanya

Jika kita menggunakan rumus Einstein maka itu artinya kita membatasi energi yg dimiliki sesuatu, padahal sebenarnya energi yg terjadi bisa saja tidak terbatas. Energi tergantung power dari massa dan kecepatan yang diterima oleh massa tersebut (dalam hal ini kecepatan dapat diakibatkan oleh reaksi kimiawi maupun fisis bahkan dalam kategori metafisis/given). Tapi yang terpenting adalah kecepatan yang diterima oleh massa tersebut. Energi yang terjadi bisa sangat besar, bahkan bisa tak dapat dihitung bila kecepatan yang diterima oleh massa tersebut besar bahkan lebih besar dibanding kecepatan cahaya .  Dengan demikian kecepatan cahaya pangkat 2 ,bisa saja berubah menjadi pangkat 3 atau pangkat 4 atau pangkat 100,bahkan tak dapat dihitung atau tak terhingga.

E = the power of mass x velocity of light. Energi yg tercipta adalah kekuatan massa dikalikan kecepatan cahaya saja. Tanpa harus kecepatan cahayanya dibatasi pangkat 2.

An Naml 38-40 ,yang menceritakan perpindahan istana Ratu Bilqis yg besar dan kokoh,dari Yemen ke Palestina yang berjarak 2265 ,4 km hanya sekejap mata saja, menunjukkan kurang akuratnya  teori Einstein tentang energi.  Atau energi tidak tergantung pada kecepatan cahaya pangkat dua dan tidak tergantung beratnya  massa. Perpindahan istana ratu Bilqis itu dilakukan oleh seorang manusia biasa. Bukan raksasa atau jin.

 

An -Naml 38 -40

Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”. 39. berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya”.

berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini Termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku Apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). dan Barangsiapa yang bersyukur Maka Sesungguhnya Dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan Barangsiapa yang ingkar, Maka Sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. (an-Naml: 38-40)

Power of mass tergantung dari massa itu sendiri, namun untuk velocity of the light is a given.. Power of mass dari suatu masa yg berbobot rendah (misal 60kg) dapat saja memberikan kekuatan sama atau bahkan lebih besar ketimbang  masa yg berbobot jauh lebih besar.. Sedangkan velocity of the light is a given. Kesimpulan dari hukum relativitas Einstein adalah energi dari suatu benda atau makhluk adalah relatif atau tidak dapat dipastikan.

 

Revisi Hukum relativitas Einstein by T-MUDWAL

Postulat 1 :

setiap masa (kecuali . benda mati) memiliki kemampuan meningkatkan power of mass nya.

Sehingga benda mati berbobot 100 kg power of mass nya akan tetap 100 kg (massa benda mati tersebut). sedangkan manusia 100 kg bisa memiliki power of mass yg sebanding dengan massa 500 kg.

Postulat 2 :

Kecepatan cahaya adalah given, given itu dapat diberikan oleh sang pencipta ataupun di lakukan oleh manusia. Kita tidak dapat membatasi given yg diberikan oleh sang pencipta.

Sehingga rumus Einstein

E = M (power of mass) x C (given).

Atau energi suatu benda atau mahluk adalah Relatif atau Tidak Pasti.

  1. Masalah tiruan bunyi jantung manusia atau onomatopoeia dari bunyi jantung manusia.

Bunyi jantung manusia bukan lup (bunyi jantung 1) dan dup (bunyi jantung 2), seperti yang diajarkan pada fakultas kedokteran seluruh dunia. Tapi Alloo (bunyi jantung 1) dan Hu (bunyi jantung 2). (http://renungan-tmudwal.com/bagaimanakah-onomatopoeia-bunyi-jantung-kita/)

  1. Tulisan paling konprehensif dalam menolak dilegalkannya perkawinan antar LGBT pada negara-negara diseluruh dunia. LGBT adalah gangguan kejiwaan, bukan manusia sehat. (http://renungan-tmudwal.com/lgbt-no-way-teori-id-allooh/)
  2. Dalam masalah teori terjadinya penyakit demam berdarah Dengue

Bagaimana seseorang dapat menjadi sakit akibat infeksi Dengue dan organ apa saja yang rusak atau mengalami gangguan fungsi akibat infeksi virus tersebut masih kontroversial (Patogenesis dan Patofisiologi Infeksi Virus Dengue). Tapi pada kenyataannya WHO mendukung teori Halstead “Secondary Heterologous Infection” sebagai dasar patogenesis dan patofisiologi. Sehingga terapi yang diberikan pada penderita DBD sesuai dengan teori Halstead itu.

Saya menolak itu dan mengatakan reaksi hipersensitivitas tipe III sebagai dasar dari patogenesis dan patofisiologi dari infeksi Dengue. Sehingga terapi yang diberikan pada penderita Dengue adalah berdasarkan patogenesis dan patofisiologi dari teori saya tersebut. (http://dhf-revolutionafankelijkheid.net/artikel-18-again-lets-discuss-about-dhf-pathogenesis-and-pathophysiology/)

  1. Yang terakhir adalah tulisan saya untuk memacu para ilmuan negara-negara berkembang untuk menulis sebanyak mungkin dan sebaik mungkin di google. Hal ini diperlukan untuk menembus jurnal internasional yang sering kali menolak artikel mereka dimasukkan dalam jurnal-jurnal internasional tersebut. Perlu diberikan reward pada mereka itu semua supaya mereka bersemangat untuk menulis sebanyak dan sebaik mungkin di google (pemberian gelar doktor atau profesor).

 

Surat ini akan saya tembuskan ke UNESCO, 10 Universitas terbaik di dunia dan sebagian ilmuan Indonesia yang pada hemat saya cukup kompeten untuk mendiskusikan apa-apa yang saya katakan diatas.

Atas perhatian Bapak Presiden saya ucapkan banyak terima kasih.

 

Salam Sejahtera

T. MUDWAL

 

Tembusan        :

  1. UNESCO
  2. Massachusets Institute of Technology (MIT)
  3. Stanford University
  4. Harvard University
  5. California Institute of Technology
  6. University of Cambridge
  7. University of Oxford
  8. University College London (UCL)
  9. Imperial College London
  10. University of Chicago
  11. ETH Zurich
  12. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng
  13. Dr. Ir. Terry Mart
  14. Dr. Ir. Tommy Ilyas, M.Eng.
  15. Dr. dr. Idrus Alwi, SpPD, K-KV, FINASIM, FACC, FESC, FAPSIC
  16. Dr. dr. Karmel Lidow Tambunan SpPD, KHOM
  17. Dr. dr. Daldiyono Hardjodisastro, Sp.PD-KGEH
  18. Dr. dr. Rully M.A. Roesli, SpPD-KGH
  19. dr. Herdiman T. Pohan, Sp.PD-KPTI, DTM&H
  20. dr. Muhammad Hussein Gasem, Sp.PD-KPTI,Ph.D
  21. dr. Fidiansjah, Sp.KJ., MPH
  22. Letnan Jenderal (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo, Calon Presiden RI
  23. Rocky Gerung

 

One Comment

Comments are closed.