Konsep Hidup Berpancasila Menurut Islam

Konsep Hidup Berpancasila Menurut Islam

T.Mudwal

Pancasila adalah ideologi bangsa. Ibnu Sina menyatakan bahwa tanpa definisi maka kita tidak dapat berbicara apapun atau membuat konsep. Karena itu perlu didefinisikan, apakah ideologi itu. Banyak definisi ideologi yang telah dituliskan. Pada hemat saya definisi ideologi berdasarkan kombinasi pemikiran Descartes dan Francis Bacon adalah definisi yang dapat diterima oleh kita semua. Berdasarkan definisi kombinasi mereka itu maka ideologi adalah semua pemikiran manusia atau sintesa pemikiran mendasar dari suatu konsep hidup. Diharapkan konsep hidup yang dihasilkan dari semua pemikiran manusia atau sintesa pemikiran mendasar itu akan menghasilkan konsep hidup yang diperkirakan akan membahagiakan hidup orang tersebut atau kelompok manusia atau bangsa. Dimana menurut Machiaveli, konsep hidup yang baik adalah konsep hidup yang menjamin perlindungan dan kestabilan kekuasaan dari suatu rezim. Sedangkan menurut Karl Marx konsep hidup yang baik adalah bila tercapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat.

Dengan dasar diatas timbullah berbagai macam konsep hidup atau ideologi yang ditawarkan kepada manusia dari para pemikir-pemikir dunia termasuk juga agama. Agama bila didefinisikan adalah konsep hidup yang dipakai oleh manusia atau sekelompok manusia dan manusia-manusia itu meyakini bahwa konsep hidup itu berasal dari tuhan. Sedangkan pembawa konsep itu mereka yakini sebagai orang suci yang disebut nabi atau rasul. Sedangkan tuhan sendiri mereka yakini adalah sesuatu yang hebat yang harus disembah, diikuti seluruh perintahnya dan dijauhi seluruh larangannya demi mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat atau sesudah mati (bila agama itu mengajarkan adanya kehidupan sesudah mati). Tuhan itu dapat terlihat seperti matahari, api, firaun atau yesus. Dapat tidak terlihat dan tidak tahu bagaimana bentuknya, seperti apa yang diajarkan agama yahudi atau Islam. Jadi secara berpikir bebas agama pun sebagai sebuah ideologi.

Dalam kehidupan antar manusia modern saat ini secara (berpikir bebas) tidak diperlukan agama. Yang diperlukan adalah berembuknya para pemimpin kelompok-kelompok manusia itu untuk merundingkan segala hal yang baik bagi para pengikutnya atau bangsa itu. Dengan demikian diharapkan rakyat bangsa itu dapat hidup makmur, berkeadilan, aman dan tentram. Soekarno mengusulkan Ekasila atau cukup satu sila saja untuk mencapai hal tersebut yaitu hidup bergotong royong sedangkan Karl Marx dan Frederick Engels menawarkan ideologi komunis. Suatu ideologi yang menjanjikan kesejahteraan pada rakyat suatu bangsa, bila kaum miskin atau proletar dapat berkuasa. Untuk itu tidak diperlukan tuhan atau agama. Bahkan agama atau tuhan itu bisa berbahaya dalam usaha manusia atau rakyat bangsa itu dalam mencapai kesejahteraan. Konsep hidup manusia modern pernah pula ditawarkan oleh John Lenon seperti yang tertulis pada lagu Imagine. Tidak agama, tidak ada surga, tidak ada neraka, bahkan tidak ada negara. Semua manusia di bumi, berada dalam satu kesatuan dan hanya berpikir bagaimana caranya supaya seluruh manusia di bumi dapat hidup sejahtera.

Kalaupun ingin tetap bertuhan atau beragama maka tidak boleh ada yang merasa agamanya lebih baik daripada agama orang lain. Semua ajaran agama itu harus rela untuk mengalah pada peraturan-peraturan yang dibuat oleh pemerintah bila diaanggap ajaran agama itu menghambat kesejahteraan dan kenyaman dalam berbangsa dan bernegara. Atau kehidupan bersama-sama di dunia ini harus lebih diutamakan ketimbang kehidupan suatu kelompok di alam yang tidak jelas.

Masalahnya adalah apakah memang manusia dapat berbahagia bila dia tidak bertuhan dan beragama? Atau apakah manusia perlu bertuhan atau beragama supaya hidupnya berbahagia? Atau apakah bila rakyat suatu bangsa telah cukup materinya, hidup berkeadilan, aman tentram, manuasia atau rakyat bangsa itu pasti berbahagia?

Trauma kelahiran akibat keluar dari zona nyaman dalam rahim ibu, menyebabkan timbulnya insting untuk mengakui kekuasaan dahsyat diluar ego manusia. Insting yang saya sebut dengan Id Allooh. Saya yakin bahwa tidak seorangpun diantara kita bahkan seorang ateis pun untuk tidak mengakui adanya Id Allooh ini. Walaupun mereka mungkin mengatakan bahwa insting atau Id Alloh adalah insting primitive. Karena hanya orang primitive atau orang bodoh yang baru merasa bahagia atau aman bila tunduk pada sesuatu diluar dirinya. Sedangkan pada saat ini, tidak ada lagi sesuatu diluar manusia yang perlu ditakuti. Apakah benar demikian? Apakah Id Alloh dapat hilang?

Ternyata Id Allooh ini selalu muncul, bila manusia mengalami kehancuran atau ketakutan atau mendapat siksa yang pedih. Atau ancaman terhadap kehidupan manusia itu, yang sangat sulit untuk diatasi. Seorang yang ditimpa badai ditengah laut adalah contoh nyata adanya Id Alloh itu. Ia akan memanggil-manggil siapapun juga yang dianggapnya hebat yang dapat menyelamatkan dirinya. Jadi Id Alloh akan memberikan ketenangan pada jiwa tersebut. Suatu pembohongan besar dapat melepaskan diri dari Id Allooh itu.

Pertanyaan selanjutnya dari seorang ateis adalah jika memang Id Allooh tidak dapat hilang bagaimana kalau kita hanya menganggap itu hanyalah sekedar cacat jiwa saja atau defek pada seluruh manusia, akibat trauma kelahiran. Jadi bila dia muncul, seperti apa yang telah dituliskan diatas, maka itu hanyalah akibat cacat kejiwaan, akibat trauma kelahiran. Tapi tidak harus dimanifestasikan, dalam bentuk beragama atau bertuhan. Orang seperti ini, hanya dapat percaya adanya tuhan bila tuhan dapat terlihat oleh mata. Padahal tidak mungkin mata manusia bisa melihat tuhan. Bagi saya gagalnya hukum fisika, menunjukkan adanya ‘X’ Faktor atau adanya tuhan. ‘X’ faktor itulah yang menghendaki gagalnya hukum fisika itu. Api tidak akan membakar, karena ‘X’ faktor, peluru tidak bisa menembus, karena ‘X’ faktor. Mayat dapat hidup kembali karena .‘X’ faktor. Kapal titanic yang secara hukum fisika tidak mungkin tenggelam, menjadi tenggelam karena ‘X’ faktor. ‘X’ faktor itulah Tuhan. Pada tingkat selanjutnya ‘X’ faktor itu pun dapat di adu, sehingga kita dapat mengetahui mana. ‘X’ faktor yang lebih kuat atau benar. Misalnya ‘X’ faktor yang disembah oleh umat Islam adalah Allooh yang Esa. Sedangkan ‘X’ faktor yang disembah umat nasrani Yesus, Bapa, dan Roh kudus seperti dalam konsep trinitas mereka.

Surat Ali Imran 61,

“Siapa yang membantah mu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu) : marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu, kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allooh dan kita minta supaya laknat Allooh ditimpakan pada orang-orang yang dusta”.

Ayat itu pernah di tes oleh Nabi Muhammad pada pendeta-pendeta Nasrani Najran tetapi para pendeta tersebut takut untuk mengetesnya.

Dengan uraian diatas maka tidak diragukan bahwa untuk hidup berbahagia mutlak harus bertuhan atau beragama. Dorongan Id Allooh untuk mencari tuhan harus di realisasikan. Dan adanya tuhan pun tidak dapat dibantah berdasarkan teori ‘X’ faktor dan surat Ali Imran ayat 61. Sehingga dengan demikian adanya sila ketuhanan yang maha esa atau rakyat Indonesia harus bertuhan atau beragama adalah benar. Ekasila tidak cukup untuk membahagiakan rakyat Indonesia. Dengan beragama atau bertuhan itu diharapkan rakyat Indonesia sehat jiwanya atau salah satu syarat untuk rakyat Indonesia untuk berbahagia telah dipenuhi.

Masalahnya adalah mengapa sila ketuhanan yang maha esa justru menjadi sumber pertengkaran antar anak bangsa Indonesia. Mulai dari zaman DI Kartosuwiryo sampai dengan pidato Megawati tanggal 10 Januari 2017.

Konsekuensi logis dari meyakini adanya tuhan adalah mengakui bahwa apa yang diajarkan dan diperintahkan oleh tuhan itu seperti yang tertulis pada kitabnya mempunyai nilai yang lebih tinggi ketimbang konsep hidup atau ideologi diluar kitab tersebut. Islam adalah agama yang paling konsisten menekankan hal tersebut ketimbang agama-agama lainnya di Indonesia bahkan di dunia. Hal itulah yang merisaukan para pemimpin Islam dalam berideologi diluar Islam, tetapi sekaligus juga merisaukan para tokoh nasionalis yang mengiginkan bahwa pancasila lebih tinggi nilainya ketimbang kitab suci Al-Quran. Karena itu saya tidak ragu bahwa ideologi diluar pancasila yang dikritik secara implisit adalah agama Islam. Agama Islam menurut beliau kurang menunjukkan kebhinekaan. Terlalu berpegang pada keselamatan akhirat atau versi beliau terlalu patuh pada para peramal masa depan / self full filling prophecy dan itu semua tidak sesuai dengan pancasila sebagai landasan ideologi negara dan dapat membuat pemerintahan menjadi tidak stabil atau terganggunya landasan struktural negara. Dan akibatnya Indonesia dapat hancur sehingga menurut beliau kalau menjadi orang Islam jangan menjadi orang arab tetapi jadilah Islam yang berke-Indonesiaan atau hal-hal yang mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara tidak boleh diajarkan. Atau nilai pancasila lebih tinggi daripada nilai kitab suci Quran. Bahkan beliau menyatakan melihat konsistennya umat Islam akhir-akhir ini pada berpegang dengan ajaran kitab sucinya maka beliau menyatakan bahwa nasionalisme Indonesia yang berdasarkan pancasila berada dalam keadaan berbahaya ( struggle to survive ). Sehingga beliau menawarkan bahwa beliau siap untuk mengirimkankader-kader PDI kepada presiden Jokowi dan wakil presiden Jusuf Kalla bila dibutuhkan. Kader-kader yang menurut beliau walaupun nakal tetapi siap untuk mengorbankan nyawa demi tetap berlangsungnya NKRI yang berdasarkan pancasila. Mungkin pidato beliau itulah yang menyebabkan kerusuhan di Bandung kemarin antara FPI dan GMBI. Keteledoran dari Kapolda Jabar memegang andil pula untuk terjadinya kerusuhan tersebut.

Harus diakui umat Islam atau agama Islam adalah ideologi tertutup dan itu adalah konsekuensi logis dari umat Islam karena mereka konsisten mengagunggkan kitab sucinya atau nilai-nilai agamanya diatas nilai-nilai ideologi atau agama yang lain. Apa yang ada di Quran adalah benar-benar berasal dari tuhan, jadi bagaimana bisa dirubah-dirubah. Semua yang tidak mengakui bahwa Allooh adalah benar-benar Esa dan Muhammad adalah rasul Allooh di anggap orang kafir dan akan masuk neraka selamanya. Orang kafir itu menurut Allooh dalam Quran adalah najis, buta, tuli, bisu dan bodoh seperti binatang ternak. Dan umat Islam mempercayai itu dan mengajarkan itu pada masyarakat Islam, tidak peduli bila dikatakan itu tidak menunjukkan kebhinekaan atau mengurangi semangat persatuan bangsa. Keselamatan akan kehidupan akhirat adalah yang paling utama. Tidak peduli mereka dikatan berideologi tertutup atau para ulamanya disebut sebagai peramal masa depan. Pancasila dilaksanakan sesuai dengan nilai-nilai dasar dari Islam.

Oleh karena itu mohon dimengerti untuk tidak menyalahkan berjuta-juta umat Islam yang turun ke jalan untuk meminta ahok ditangkap. Tidak peduli hal itu akan menyebabkan terganggunya kestabilan. Bila para key person republic ini mengerti akan Islam mereka tidak akan mengkritiknya seperti yang terlihat pada pidato megawati tersebut. Bahkan akan memujinya sebab bila diikuti hukum Islam, hukuman untuk penista Quran adalah hukuman mati. Hukum mati ini pernah saya usulkan pada para ulama Islam Indonesia itu. Tapi mereka mengabaikannya. Karena mereka mencoba untuk dapat berpancasila dengan baik sehingga mereka hanya melakukan demo dan demo. Mereka pun sampai saat ini masih sabar menunggu proses peradilan ahok yang lambat itu. Sabar, melihat ahok masih berkeliaran dimana-dimana. Padahal pemerintah apabila ingin berpancasila dengan baik dalam arti menenggang rasa dari umat Islam sudah sepantasnya ahok telah dijadikan terdakwa itu dimasukkan ke dalam penjara, sambil menunggu proses pengadilan selesai.

Bukan hanya tidak menahan ahok pada pengamatan saya pemerintah justru memancing mincing kemarahan umat Islam. Misalnya berniatnya polisi RI untuk memproses hukum Habib Rizieq Syihab (HRS) ulama besar umat Islam Indonesia, dan penutupan situs Islam. Bila pemerintah menginginkan kestabilan pemerintahan dan berpansila dengan baik, sungguh akan terlihat oleh pemerintah bahwa tuduhan PMKRI pada HRS adalah mengada-ngada atau tidak relevan. Semua pemimpin agama boleh berbicara apa saja di depan umatnya. Begitu juga dengan gambar palu arit dalam uang RI itu. Gambar palu arit tidak dapat disangkal memang terlihat jelas pada uang RI itu. Dan gambar palu arit dilarang berdasarkan TAP MPRS nomer XXV 1966. BI harus merubah gambar palu arit itu. Begitu juga dengan penutupan situs-situs Islam yang dilakukan tanpa alas an yang jelas dan rasional apabila situs itu ditutup.

Kasus terbaru adalah provokasi pemerintah terhadap umat Islam yang terlihat dalam usaha pemerintah memproses hukum HRS pada masalah penghinaan kepada Pancasila dan proklamator Bung Karno.Kejadian ini telah terjadi pada tahun 2011 dan baru saat ini diributkan. Jelas HRS tidak menistakan Pancasila. Karena Pancasila secara gamblang beliau katakan adalah dasar negara Republik Indonesia. Beliau hanya mengkritik urutan-urutan sila dari Pancasila versi Soekarno yang dibacakan pada tanggal 1 juni 1945 itu. Tapi kritik beliau dilakukan dengan kata-kata yang bagi orang tidak biasa berdebat dianggap kasar. Mengatakan bahwa sila ketuhanan yang maha esa versi Soekarno 1 juni 1945 berada dipantat adalah sama dengan mengatakan bahwa sila ketuhanan yang maha esa berada dibuncit atau buntut atau ekor atau urutan terakhir, bagi orang yafng biasa berdebat. Sama sekali tidak menunjukkan pelecehan terhadap Pancasila. Soekarno pun apabila dihidupkan kembali, saya yakin tidak akan marah, karena beliau adalah seorang intelektual yang biasa berdebat. Menggunakan kata-kata sinis bahkan kasar pada saat memberikan pelajaran atau ceramah didepan murid atau pendukungnya sendiri adalah suatu hal yang biasa dilakukan oleh seorang pengajar.

Terakhir adalah perlunya pemerintah untuk mendengarkan arus besar umat Islam yang meminta ketegasan pemerintah dalam masalah- masalah seperti komunisme,Syiah,penutupan tempat -tempat ibadah yang tidak jelas surat izinnya, penutupan tempat tempat hiburan yang melewati batas dsb. Dengan pengertian yang baik tentang agama Islam dari pemerintah atau key person Republik ini diharapkan tindakan-tindakan atau pidato-pidato yang memprovokasi umat islam seperti menuduh intoleran, tidak sesuai dengan bhineka tunggal ika, mengurangi rasa persatuan bangsa, berlawanan dengan Pancasila bahkan sampai menangkap para ulamanya tidak terjadi lagi.

Kesimpulan

Telah dibicarakan bahwa beragama dan bertuhan adalah mutlak harus ada pada kehidupan rakyat indonesia. Telah dibicarakan bahwa agama Islam secara tegas menuntut umatnya untuk konsisten dengan kitab suci nya. Telah dibicarakan, bahwa diperlukan sikap Pancasilais (dengan arti tertinggi) dari para key person Republik ini dan pemerintahannya dalam berinteraksi dengan umat Islam. Tanpa itu semua  dikhawatirkan segala hal yang buruk dapat terjadi pada Republik ini.

Semoga bermanfaat..

Comments are closed.