MENJADI INSAN YANG BERCAHAYA ADALAH TUJUAN TERTINGGI DARI BERAGAMA

Bismillaahirrohmaanirrohiim

MENJADI INSAN YANG BERCAHAYA ADALAH TUJUAN TERTINGGI DARI BERAGAMA

T. MUDWAL – PURNOMO – TUSWANDI

                Menjadi manusia yang penuh cahaya adalah tujuan tertinggi dari kita beragama. Karena hanya dengan cahaya akan terjadi frekuensi yang sama dengan sumber cahaya (Allooh SWT). Frekuensi yang sama itu akan menyebabkan terjadinya hubungan dengan Allooh SWT. Dengan demikian kemenangan kita dalam hidup dan kehidupan diatas dunia ini dan di akhirat dapat dipastikan. Frekuensi yang sama tersebut, bahkan dapat menyebabkan manusia itu berbuat sesuatu yang luar biasa.

                Pindahnya istana Ratu Bilqis sejauh 2.264,5 KM (dari Yaman ke Palestina) adalah suatu hal yang luar biasa yang dilakukan oleh manusia yang penuh cahaya (QS. An-Naml:38-40). Permintaan kepada sumber cahaya (zat Allooh), untuk dapat memindahkan istana Ratu Bilqis dengan berat misalnya 1 juta ton dalam waktu sekejap mata (1/400 mili detik) dari Yaman ke Yerussalem diperlukan adanya energi sebesar 2,05×1039 joule. Dengan kecepatan cahaya sebesar 1,43×1012 Suatu energi yang tidak mungkin dihasilkan oleh rumus Einstein E=MC2. Dimana bila menggunakan rumus itu, kecepatan cahaya yang di pakai harus 300.000 KM/s. Sehingga energi yang dihasilkan hanya sebesar 9×1025 joule. Atau istana Ratu Bilqis tersebut tidak mungkin berpindah ke Palestina dalam tempo sekejap mata.

                Jadi seolah-olah manusia saleh tersebut berada pada istana Ratu Bilqis dan menyebabkan istana Ratu Bilqis bercahaya. Dan karena orang tersebut bercahaya, terjadilah hubungan dengan sumber cahaya atau sumber energi. Dan keluarlah energi itu. Sehingga istana Ratu Bilqis dengan berat yang 1 juta ton itu dapat berpindah tempat sejauh 2.264,5 KM hanya dalam waktu 1/400 mili detik (kejapan mata tercepat).

                Dengan dasar itu, saya merevisi rumus Einstein supaya dapat menerangkan energi yang terjadi untuk dapat berpindahnya istana Ratu Bilqis tersebut. Atau kolaborasi saya dengan Einstein menyebabkan rumus E=MC2 berubah menjadi E=M (Power Of Mass) x C (Given). Power Of Mass adalah kemampuan manusia tersebut untuk dapat merubah dirinya menjadi cahaya. Makin bercahayanya orang tersebut maka hubungan dengan sang pencipta akan semakin mudah dan berefek terjadinya segala sesuatu yang di inginkan oleh manusia yang sangat bercahaya tersebut. Diatas telah di sebutkan bahwa kecepatan cahaya yang dibutuhkan untuk mengangkat istana Ratu Bilqis adalah 1,43×1012. Atau diperlukan kecepatan cahaya sebesar +/- 100.000 kali lipat dari kecepatan cahaya yang digunakan pada rumus Einstein, supaya benda seberat 1.000.000 ton dapat berpindah sejauh 2.264,5 KM dalam waktu sekejap mata.

                Tapi bisa juga Allooh bukan merubah kecepatan cahayanya, melainkan merubah pangkat dari C tersebut. Namun bila Allooh menggunakan hal demikian, satuan energi yang digunakan bukan joule lagi. Apapun juga bila kita ingin tetap menggunakan rumus Einstein  E=MC2, maka kecepatan cahaya yang dipakai, harus dirubah bukan 300.000 KM/s lagi. Sedangkan bila Allooh ingin merubah pangkat dari C, maka rumus einsten berubah dan satuan energinya bukan joule lagi. Dengan dasar itu semua maka rumus energi yang relevan adalah E=M (Power Of Mass) x C (Given). Kekuatan doa dari orang saleh yang sangat bercahaya itu menyebabkan sang pencipta memberikan energi pada istana tersebut untuk bergerak.

Pengertian tentang hal tersebut akan menjawab pertanyaan dapat keluarnya 3 orang pemuda dari lubang sebuah goa yang tertutup oleh sebuah batu besar seperti yang diriwayatkan oleh hadist Bukhori Muslim. Mereka meminta pada sumber cahaya Allooh SWT, untuk mengeluarkan energi, supaya batu besar tersebut bergeser dan menyebabkan mereka dapat keluar dari goa. Mereka menunjukkan power of mass nya supaya dapat terhubung dengan pusat cahaya itu. Mereka menyebutkan segala amal kebaikan tertinggi yang pernah mereka lakukan. Mereka berharap itulah cahaya yang dapat menyebabkan terjadinya hubungan dengan sumber cahaya akibat telah terjadinya kesamaan frekuensi. Dan usaha mereka berhasil. Batu besar itu bergeser, sehingga mereka dapat keluar dari dalam goa. Tetapi bergesernya batu besar tersebut baru dapat terjadi dengan jalan akumulasi dari cahaya-cahaya yang dimiliki oleh setiap pemuda didalam goa tersebut. Bila yang terperangkap didalam goa itu hanya satu atau dua orang pemuda saja, maka batu besar itu tidak akan bergeser secara luas yang menyebabkan mereka tidak dapat keluar dari dalam goa. Hikmah dari cerita 3 pemuda ini, berdoa beramai-ramai lebih dikabulkan Allooh ketimbang berdoa sendirian atau dalam jumlah yang sedikit.

                Begitu juga kejadian yang menimpa seorang wanita dengan kelainan letak plasenta pada saat mengandung anaknya yang ketiga. Plasenta anaknya berada tepat di mulut rahim (plasenta previa totalis). Hal tersebut menyebabkan terjadinya perdarahan berkali-kali, betapapun wanita tersebut telah beristirahat total dari pekerjaannya. Anjuran untuk menghentikan kehamilah dari dokter kandungannya di tolak. Karena dia sangat menginginkan mempunyai anak lagi (anak ke-3). Disebabkan anak yang terakhir dilahirkan telah berumur 9 tahun (anak ke-2 dari wanita tersebut).

                Pada suatu saat, ketika wanita tersebut dirawat lagi untuk kesekian kalinya akibat perdarahan pervaginam, maka suaminya memutuskan untuk dilakukan operasi, demi keselamatan wanita tersebut. Dia menghubungi dokter kandungannya, supaya melakukan operasi itu. Darah dari seluruh bank darah  telah di pesan terlebih dahulu, karena golongan darah wanita tersebut adalah golongan darah yang sulit yaitu golongan darah AB. Karena kesibukan dokter kandungan tersebut, operasi baru mungkin dapat dilakukan jam 2 atau jam 3 malam. Sekitar jam 1 malam, suami wanita tersebut berusaha merubah power of massnya, supaya sumber cahaya, mengeluarkan energi untuk merubah letak plasenta ketempat yang normal. Setelah dokter kandungan datang kerumah sakit tersebut, sebelum operasi dia melakukan tindakan USG terlebih dahlu untuk memastikan keadaan kandungan wanita tersebut. Betapa terkejutya dia ketika melihat letak plasenta telah bergeser ke tempat yang nomal.  Dia pun membatalkan operasi dan membolehkan wanita tersebut untuk pulang kerumahnya sehari kemudian. Dan setelah kejadian itu, wanita tersebut tidak pernah lagi mengalami perdarahan pervanigam sampai dengan akhir kandungan. Anaknya berhasil dilahirkan dengan selamat melalui operasi SC dengan kehamilan cukup bulan (aterm).

                Kesimpulan kolaborasi hukum energi Einstein – T. MUDWAL dalam masalah metafisika adalah:

  1. Energi berasal dari sang pencipta
  2. Kecepatan cahaya berasal dari sang pencipta (Given)
  3. Yang dapat dilakukan manusia adalah melakukan perubahan dirinya menjadi cahaya (power of mass)
  4. Dengan cahaya itulah terjadi frekuensi yang sama dan terjadi hubungan dengan sumber cahaya yang berefek akan keluarnya energi dari sang pencipta atau sumber cahaya.

E = M (Power Of Mass ) x C (Given)

Supaya manusia itu berubah menjadi cahaya haruslah dia beragama Islam, melakukan banyak kebaikan dan mempunyai keikhlasan yang sangat tinggi dalam melakukan kebaikan tersebut. Tanpa keikhlasan yang sangat tinggi, sulit bagi manusia itu berubah menjadi cahaya.

Nabi Muhammad SAW senantiasa berdoa sebagai berikut:

“Ya Allooh, Engkau berikanlah kepadaku cahaya, dan Engkau tambah padaku cahaya, dan Engkau jadikan bagiku dalam hatiku cahaya, dan dalam kuburku cahaya, dan dalam pendengaranku cahaya, dan dalam penglihatanku cahaya; bahkan sampai Rasulullah berkata: pada rambut dan buluku, pada kulitku, pada dagingku, pada darahku, dan pada tulang belulang (Semuanya dilimpahkan cahaya oleh Allooh SWT)”. (Hadist Mutawattir).

Az Zumar ayat 22:

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allooh hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allooh. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata”.

 

Doa minta di sempurnakan cahaya:

At Tahrim ayar 8:

Robbanaa atmim lanaa nuuronaa waghfirlanaa, innaka ‘alaa kulli syain qodiir

“Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Tembusan :

  1. Presiden RI
  2. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng
  3. Dr. Ir. Terry Mart
  4. Dr. Ir. Tommy Ilyas, M.Eng.
  5. Dr. dr. Idrus Alwi, SpPD, K-KV, FINASIM, FACC, FESC, FAPSIC
  6. Dr. dr. Karmel Lidow Tambunan SpPD, KHOM
  7. Dr. dr. Daldiyono Hardjodisastro, Sp.PD-KGEH
  8. Dr. dr. Rully M.A. Roesli, SpPD-KGH
  9. dr. Herdiman T. Pohan, Sp.PD-KPTI, DTM&H
  10. dr. Muhammad Hussein Gasem, Sp.PD-KPTI,Ph.D
  11. dr. Fidiansjah, Sp.KJ., MPH
  12. Letnan Jenderal (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo, Calon Presiden RI
  13. Rocky Gerung
  14. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
  15. Muhammadiyah
  16. Nahdhatul Ulama
  17. FPI
  18. MIUMI Pusat
  19. ICMI
  20. Habib Rizieq Shihab
  21. Ustadz Abdul Somad
  22. Ustadz Adi Hidayat
  23. Ustadz Arifin Ilham
  24. Ustadz Felix Siaw
  25. Ustadz Tgk Zulkarnain
  26. Ustadz Zulkifli Muhammad Ali
  27. Ustadz Gus Nur
  28. Hasan Abdullah Sahal
  29. Dr. Azyumardi Azra, MA, CBE
  30. Dr. Muhammad Quraish Shihab, MA
  31. Habib Luthfi bin Yahya
  32. Buya Yahya
  33. Emha Ainun Najib
  34. Harian REPUBLIKA
  35. Harian KOMPAS
  36. Harian TEMPO

Comments are closed.