Siapa Orang Pertama Asia Tenggara yang Mendapatkan Gelar Doktor dari Al-Azhar University, Kairo, Mesir ?

Kalau kita membuka internet dan mencari siapa orang pertama Asia Tenggara yang mendapatkan gelar doktor dari Al-Azhar University, Kairo, Mesir maka kita akan mendapatkan jawaban bermacam-macam, dimana yang terbanyak adalah Quraish Shihab dan kemudian Buya Hamka. Kompas dalam Kompasiana tanggal 4 Desember 2011 mengatakan Quraish Shihab sebagai orang pertama Asia Tenggara yang mendapatkan gelar doktor dari Al-Azhar University, Kairo, Mesir. Padahal menurut saya itu tidak benar. Quraish Shihab belajar ke Al-Azhar Mesir tahun 1958 dan baru mendapatkan gelar doktor tahun 1980. Hal ini disebabkan setelah mendapatkan gelar LC (S1) tahun 1967 dan kemudian gelar MA tahun 1969, beliau pulang dulu ke Ujung Pandang, Indonesia. Sedangkan Buya Hamka hanya mendapatkan gelar doktor honoris causa dari Al-Azhar University tahun 1959 sebagai penghargaan atas jasa-jasa beliau dalam mengembangkan Agama Islam dalam Bahasa Melayu. Berdasarkan yang saya tahu Muhibbuddin Waly adalah orang pertama dari Asia Tenggara yang mendapatkan gelar doktor dari Al-Azhar University. Beliau berangkat ke Mesir tahun 1963 dan mendapatkan gelar doktor dengan predikat sangat memuaskan pada tahun 1970, dengan tesis yang berjudul Al-Ijtihad Fil Fiqhil Islami. Dan beliau telah berpulang ke rahmatullah tanggal 7 Maret 2012 dan dimakamkan di Pesantren Darussallam , Labuhan Haji, Aceh Selatan.

Demikianlah informasi saya. Sudah saatnya bangsa ini memberikan penghargaan pada siapa yang berhak.

BIOGRAFI ABUYA MUHIBBUDDIN WALY

Nama Penuh : Prof. Dr. H. Teungku Muhibbuddin Waly
Nama Pendek : Muhibbuddin
Nama Ayah : Teungku Syeikh H. Muhammad Waly Al-Khalidy Al-Syafi’I
Tempat Tinggal Awal : Pesantren Darussalam, Labuhan Haji, Aceh Selatan
Gelaran Tradisi : Teungku dan Abuya
Gelaran Profesional :
  • Doktor (Ph.D) Penghantar Ilmu Fiqih Islam dari Universitas Al Azhar Kairo Mesir
  • Profesor (Prof.) Hukum Islam dari Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta
  • Profesor (Prof.) Hukum Islam dari Universitas Islam Antar Bangsa, Kuala lumpur Malaysia
Tanggal Lahir : 17 Desember 1936 (Rabu)
Tempat Lahir : Simpang Haru, Padang Kota, Sumatera Barat
Agama : Islam (Sunni)
Status : Kawin dua orang isteri dan tujuh orang putera (Taufiq, Hidayat, Wahyu, Rahmat, Amal, Habibie dan Maulana)
Pendidikan :
  • SD s/d SLA di Darussalam Labuhan Haji, Aceh Selatan (1944-1953)
  • Perguruan Tinggi Islam Bustanul Muhaqqiqin Darussalam Labuhanhaji Aceh Selatan (1954-1959)
  • Persamaan Ijazah Perguruan Tinggi Islam Bustanul Muhaqqiqin Darussalam Labuhanhaji Aceh Selatan dengan Magister Syari’at Islam Spesialis Ushul Fiqh Al-Islami (The Roots Theoritical Bases of Islamic Law Section – 1964)
  • Faculty of Islamic Statute & Law, Cairo, Egypt
  • Doktor (Ph.D) Syariah Islam Bidang Ushul Fiqh Al-Islami (Spesialisasi The Roots-The Oriel of Islamic Law Section) Al Azhar University1970
  • Lemhannas (lembaga Pertahanan Indonesia) KRA XI, Jakarta 1978-1979
  • Penataran Pemuka Agama Seluruh Indonesia Angkatan ke-II, Jakarta 1979
  • Penataran Calon Penatar P4 (Manggala P4 Nasional) Istana Bogor, 1980
  • Penataran Kewaspadaan Nasional (Khusus Manggala P4 Nasional) Jakarta 1984
Kegiatan Akademik :
  • Dosen (status Guru Besar) Perguruan Tinggi Bustanul Muhaqqiqin Perguruan Tinggi Islam Darussalam Labuhanhaji Aceh Selatan (1963-1964)
  • Dosen IAIN Fakultas Syariah Syarif Hidayatu ‘llah, Jakarta (1970-1976)
  • Dosen Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ), Jakarta (1971-1974)
  • Profesor Ilmu Hukum Islam, Institut Al-Qur’an (IIQ) Jakarta (1988-1993)
  • Profesor Pensyarah Kuliyyah of Islam Laws Universitar Islam International Malaysia (2000-Meninggal Dunia)
  • Profesor Hukum Islam Universitas Islam Antar Bangsa Malaysia (1992)
Pengalaman Kerja :  
  • Direktur Perguruan Tinggi Islam Bustanul Muhaqqiqin Darussalam Labuhanhaji Aceh Selatan (1963-1964)
  • Wakil Dekan Bidang Akademis, Fakultas Syari’ah IAIN Syarif Hidayatu ‘llah Jakarta (1973-1975)
  • Pimpinan Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Indonesia, Jakarta (1979-1982)
  • Ketua Umum Rabithahatul Ulamail Muslimin al-Sunniyyin (Ikatan Ulama Islam Ahli al-sunnah wa al-jama’ah) Indonesia, Jakarta (1982-1993)
  • Anggota MPR RI periode (1977-1982)
  • Anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (DPA-RI) (1983-1988)
  • Anggota DPR-RI periode (1999-2004)
  • Pensyarah, Universiti Islam Antar Bangsa, Kuala Lumpur, Malaysia (1992)
Karya Ilmiah :
  • Al-Ijtihad fi al-Fiqh al-Islami (Ijtihad dalam Hukum Islam) Tahun 1970
  • Thesis Ph.D dari Fakultas Syariah dan Qanun, Universitas Al-Azhar
  • Hakikat Hikmah Tauhid dan Tasawwuf (4 jilid), 1972-1983
  • Ulama Menurut Islam (Mahiyat al-Ulama fi al-Islam – Naskah Seminar PBNU. 1976)
  • Asuransi dalam pandangan Syariat Islam (Al-Ta’min fi al_syari’ati al-Islamiyah-Naskah Seminar PBNU. 1975)
  • Taraweh dan Witir serta Ibadat-ibadat yang bertalian dengannya menurut Sunnah Rasul dan Sunnah Sahabat, dan Pengalaman Para Ulama Islam Ahli al-Sunnah wa al-Jama’ah 1985
  • Dari Manakah Datangnya Istilah Ahli al-Sunnah wa al-Jama’ah 1985
  • Undangan seminar dan lain-lain seperti ke Malaysia (Seminar Guru-guru Asean) Tahun 1977, ke Brunei Darussalam (Seminar Da’wah Islamiyah) Tahun 1985 dan lain-lain.

 

Semoga bermanfaat.

                                                                                                                                                                                           Wassallam,

dr. H. Taufiq Muhibbuddin Waly, Sp.PD

Comments are closed.