PAPUA MERDEKA

PAPUA MERDEKA

T. MUDWAL

Apakah ada hubungannya antara keinginan Papua merdeka dengan kemungkinan bangkrutnya Indonesia?. Atau keinginan Papua merdeka hanya didasari oleh peristiwa Rasisme kemarin saja. Saya akan mencoba menganalisa hal tersebut.

Rencana perpindahan Ibukota ke Kalimantan timur dengan biaya 466 Trilyun ( 33 Miliar dollar AS ) berdasarkan perhitungan saya jelas akan menyebabkan semakin hilangnya otot – otot yang membungkus tulang Ibu Pertiwi. Dengan jumlah hutang yang telah mencapai lebih dari 5400 Triliun ( 5485 Triliun/ laporan Bank Indonesia/CNN 15 Agustus 2019 ) padahal jumlah aset Indonesia hanya sekitar 5000 Triliun saja, jelas menunjukkan bahwa otot – otot Ibu Pertiwi telah habis. Apalagi ditambah dengan keinginan pemindahan ibukota dan keinginan- keinginan lain bila Jokowi dilantik sebagai Presiden untuk periode ke dua kalinya Oktober 2019 ini. Dapat dipastikan bahwa Ibu Pertiwi hanya tinggal tulang dan kentut saja.

Dalam catatan saya, Jokowi menerima hutang dari SBY sebanyak 2700 Triliun rupiah ( +/- 208 Miliar Dollar dengan Kurs 1 dolar = Rp. 13.000 ). SBY menerima hutang dari Megawati sebanyak 1208 Trilyun rupiah ( +/- 120,8 Miliar Dollar dengan Kurs Rp 10.000/ Dollar ). Jadi selama 10 tahun pemerintahan SBY terjadi penambahan hutang sebanyak: 2700 Triliun rupiah – 1208 Triliun rupiah = 1492 Triliun rupiah ( +/- 125 Miliar Dollar dengan Kurs 1 Dollar = Rp. 12.000 ).

Pada saat ini hutang Jokowi seperti yang telah dituliskan diatas telah mencapai 5485 Triliun ( 391,8 Miliar Dollar dengan Kurs Rp. 14.000/ Dollar ). Atau dalam tempo hanya 5 tahun pemerintahan Jokowi telah terjadi penambahan hutang Indonesia sebanyak 391,8 miliar Dollar  – 208 Miliar Dollar = 183,8 Miliar Dollar. Atau dalam tempo 5 tahun pemerintahan Jokowi hutang yang dibuatnya i telah melewati hutang  yang dibuat oleh SBY selama 10 tahun memerintah. Dengan keinginan pemindahan ibukota yang memakan  biaya  33 Miliar Dollar, maka dari hal itu saja, (dan dipastikan  33 Miliar Dollar itu adalah hasil dari berhutang), maka hutang yang dibuat Jokowi adalah 391,8 Miliar Dollar + 33 Miliar Dollar – 208 Miliar Dollar ( Warisan utang dari SBY ) = 216,8 Miliar Dollar. Atau jika dibandingkan dengan hutang yang dibuat SBY selama 10 tahun ( 125 Miliar Dollar ) maka hutang Jokowi telah melewati  utang SBY selama 10 tahun berkuasa. Dengan demikian dapat dipastikan atau sukar dibantah bila Jokowi berkuasa sampai dengan 10 Tahun maka hutang yang dibuatnya minimal adalah 3-4 kali hutang yang dibuat SBY selama 10 tahun berkuasa ( Minimal 375 Miliar Dollar AS ).

Dengan hitung – hitungan seperti diatas dapat dipastikan bahwa bukan hanya Ibu Pertiwi yang hanya tinggal tulang dan kentut saja, tetapi anak – anaknya pun akan mengalami hal yang serupa. Oleh karena itu semua anak – anak Ibu Pertiwi yang masih mempunyai otot sebaiknya berpisah dari Ibu Pertiwi dan mencari makanannya sendiri. Anak – anak Ibu Pertiwi itu misalnya Papua, Aceh , Bali, Riau Dsb. ” Kumpul ora kumpul sing penting mangan ” lebih penting ketimbang ” Mangan ora mangan sing penting kumpul “. Dengan dasar itulah pada analisis saya kanapa Papua memanfaatkan aksi rasisme yang terjadi  pada mereka tanggal 16 Agustus 2019 itu. Mereka berusaha sekuat daya dengan memanfaatkan isu itu supaya dapat keluar dari rumah Ibu Pertiwi  ( ingin Referendum/ merdeka ) . Angin pun berpihak pada mereka.

Bendera bintang kejora telah berkibar didepan Istana Merdeka tanpa dihalangi. Dan begitu juga dengan demo – demo mereka di Papua bejalan lancar. Polisi dan Tentara dari video – video yang saya saksikan, tidak berdaya menghadapi kerasnya demo yang mereka lakukan. Sehingga timbul korban nyawa di pihak TNI dan luka – luka di pihak Kepolisian.

Bila mereka dapat bertahan melakukan demo – demo iru setiap hari, bukan tidak mungkin Papua berhasil keluar dari rumah Ibu Pertiwi dalam tempo cepat. Seperti yang ditulis oleh Kornelius Purba dalam  koran Jakarta Post 27 Agustus 2019 (  ” East Timor Style Referendum Could Happen In Papua Too ” ). Saya sebagai orang yang berprinsip ” Kumpul ora kumpul sing penting mangan ” menyarankan daerah – daerah lain seperti Aceh, Bali, Riau sebaiknya memanfaatkan kereta Papua yang sedang berjalan cepat itu. Tokoh penting Aceh Muzakir Manaf tanggal 22 Mei 2019, pernah juga mengatakan, keinginan Aceh untuk Referendum, sebelum Aceh berubah menjadi tulang dan kentut. Tapi kemudian suara Aceh yang ingin Referendum itu, tidak terdengar lagi saat ini. Sedangkan Riau dan Bali belum terdengar suaranya sama sekali.

Sekali lagi, bila Ibu Pertiwi harus mati, akibat kekurangan gizi yang hebat, maka sudah sepatutnya kita menyelamatkan anak – anak Ibu Pertiwi dari kekurangan gizi dan kematian itu ( Bukan NKRI HARGA MATI TAPI HIDUP BERGIZI HARGA MATI ).

Dikirimkan kepada :

  1. Koran Kompas
  2. Koran Republika
  3. Majalah Tempo
  4. Bapak BJ Habibie