Perbaikan Rumus Einstein

Perbaikan Rumus Einstein

T.MUDWAL – PURNOMO – TUSWANDI

Einstein dahulu menyatakan bahwa E=MC^2, Bagi saya  teori tersebut kurang akurat. Enstein mengatakan bahwa Energi adalah  sebanding dengan masa dikali dengan kecepatan cahaya pangkat 2. Berarti energi yg terjadi  pasti bergantung pada beratnya massa. Dan energi yang terjadi hanya dapat sebanding dengan kuadrat dari pada kecepatan cahaya. Padahal energi sesungguhnya tergantung berapa banyak kecepatan yang diterima oleh massa tersebut dan berapa besar power dari massa tersebut untuk mengembangkan materi yang ada padanya

Jika kita menggunakan rumus Einstein maka itu artinya kita membatasi energi yg dimiliki sesuatu, padahal sebenarnya energi yg terjadi bisa saja tidak terbatas. Energi tergantung power dari massa dan kecepatan yang diterima oleh massa tersebut (dalam hal ini kecepatan dapat diakibatkan oleh reaksi kimiawi maupun fisis bahkan dalam kategori metafisis/given). Tapi yang terpenting adalah kecepatan yang diterima oleh massa tersebut. Energi yang terjadi bisa sangat besar, bahkan bisa tak dapat dihitung bila kecepatan yang diterima oleh massa tersebut besar bahkan lebih besar dibanding kecepatan cahaya .  Dengan demikian kecepatan cahaya pangkat 2 ,bisa saja berubah menjadi pangkat 3 atau pangkat 4 atau pangkat 100,bahkan tak dapat dihitung atau tak terhingga.

E = the power of mass x velocity of light. Energi yg tercipta adalah kekuatan massa dikalikan kecepatan saja. Tanpa harus kecepatan cahaya nya dibatasi pangkat 2.

An Naml 38-40 ,yang menceritakan perpindahan istana Ratu Bilqis yg besar dan kokoh,dari Yemen ke Palestina yang berjarak 2265 ,4 km hanya sekejap mata saja, menunjukkan kurang akuratnya  teori Enstein tentang energi.  Atau energi tidak tergantung pada kecepatan cahaya pangkat dua dan tidak tergantung beratnya  massa. Perpindahan istana ratu Bilqis itu dilakukan oleh seorang manusia biasa. Bukan raksasa atau jin

An -Naml 38 -40

  1. berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”. 39. berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya”.
  2. berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini Termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku Apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). dan Barangsiapa yang bersyukur Maka Sesungguhnya Dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan Barangsiapa yang ingkar, Maka Sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. (an-Naml: 38-40)

Power of mass tergantung dari massa itu sendiri, namun untuk velocity of the light is a given.. Power of mass dari suatu masa yg berbobot rendah (misal 60kg) dapat saja memberikan kekuatan sama atau bahkan lebih besar ketimbang  masa yg berbobot jauh lebih besar.. Sedangkan velocity of the light is a given. Kesimpulan dari hukum relativitas Einstein adalah energi dari suatu benda atau makhluk adalah relatif atau tidak dapat dipastikan.

Revisi Hukum relativitas Einstein by T-MUDWAL

Postulat 1 :

setiap masa (kecuali . benda mati) memiliki kemampuan meningkatkan power of mass nya…

Sehingga benda mati berbobot 100 kg power of mass nya akan tetap 100 kg (massa benda mati tersebut).. sedangkan manusia 100 kg bisa memiliki power of mass yg sebanding dengan massa 500 kg…

Postulat 2 :

Kecepatan cahaya adalah given, given itu dapat diberikan oleh sang pencipta ataupun di lakukan oleh manusia. Kita tidak dapat membatasi given yg diberikan oleh sang pencipta…

Sehingga rumus Einstein

E = M (power of mass) x C (given).

Atau energi suatu benda atau mahluk adalah Relatif atau tidak pasti.

Assalaamualaikum

Renungan
SEBUAH ANEKDOT YG SANGAT MENYEDIHKAN

Suatu ketika dua orang Yahudi sedang berdiskusi,

A : Saya Ingin menulis buku tentang rahasia Yahudi dapat menguasai dunia.

B : Saya tdk setuju
“Jangan kau tuliskan rahasia keberhasilan kita jadi sebuah buku, jika umat Islam membacanya bisa-bisa mereka berhasil dan mengancam posisi kita”

A : Jangan khawatir “Tidak mengapa kita menulis buku tentang rahasia sukses Yahudi, jika dicetakpun orang Islam tdk akan membacanya. Karena mereka tdk suka membaca”

B : Kalo mereka membaca bagaimana..?

A : Jangan kuatir ! “Jika mereka membacapun, kita tdk perlu khawatir, karena mereka tdk suka berfikir …”.

B : “Tapi bagaimana jika ada diantara mereka yg membaca dan mau memikirkannya ?” …

A : “Tenang saja & tidak perlu khawatir … meski mereka membaca & memikirkannya, tdk akan menjadi apa apa juga … karena mereka tdk akan mau mengerjakannya”

B : Diam sejenak sambil menarik napas. Lalu bertanya kepada A “Mengapa kamu begitu yakin ?”.

Dengan tenang A Menjawab, “Lihat saja, apa yg mereka lakukan terhadap Kitab Suci mereka. Mereka hanya jadikan pajangan, mainan, perlombaan dan maskawin. Kalau saja mereka Membaca, Memikirkan dan Mengerjakannya… tentu mereka, Umat Islam yang SUDAH MENGUASAI DUNIA LEBIH DULU “.

Cerita ini untuk-ku dan juga untuk-kalian….yang sudah menjadi rahasia mereka
betapa menyedihkan …

Semoga dapat menginspirasi ummat islam bangkit kepada kejayaan

 

Semoga tulisan saya tentang perbaikan rumus Einstein (Orang paling cerdas dari Yahudi) dapat menunjukkan bahwa bukan orang Yahudi-lah yang hebat, tetapi Qur’an-lah yang luar biasa.

Comments are closed.