SETAN TELAH BERKUASA DI INDONESIA, BERSATULAH!

Bismillaahirrohmaanirrohiim

SETAN TELAH BERKUASA DI INDONESIA, BERSATULAH!

T.MUDWAL

Setan telah menguasai Indonesia. Atheisme dengan PKInya, perilaku LGBT, pemakaian dan penyelundupan narkoba, aliran-aliran sesat (termasuk Syi’ah), terus berkembang bahkan bisa dianggap telah masuk dalam fase mengkhawatirkan.   Gerakan-gerakan permurtadan, Islamophobia, penzaliman ulamapun sangat jelas terlihat pada saat ini. Pemberantasan kasus korupsi besar, tidak terlihat perbaikan yang signifikan. Ekonomipun carut-marut. Harga-harga terus melambung naik. Kasus-kasus kurang gizi dan kelaparan mulai mencuat ke permukaan. Utang-utang terus meroket naik dan rupiah makin terpuruk. Kebijakan berutangpun, tidak menunjukkan dasar yang kuat bahkan merugikan. Sumber daya alam tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk negara sendiri, masih menjadi sapi perah dari bangsa asing. Kesiapan generasi muda untuk mengelola dan mewarisi negara Indonesia yang besar, luas dan penuh dengan sumber daya alam inipun masih sangat rendah. Indeks pembangunan manusia Indonesia masih berada pada urutan 113 dari 188 negara (UNDP 2016). Masih di bawah Brunei Darussalam, Thailand, Malaysia, apalagi Singapura.

Dengan dasar-dasar di atas, hancurnya NKRI atau jatuhnya NKRI dalam jajahan asing adalah suatu keniscayaan, bila rezim ini tidak diganti.

Sayangnya sampai 5 hari menjelang penutupan pendaftaran capres dan cawapres golongan yang ingin mengganti rezim masih terpecah-belah. Mereka belum sepakat siapa yang akan diajukan sebagai cawapres. Bahkan pada tingkat caprespun, masih ada yang berselisih pendapat.

Pemimpin Islam baik yang ulama maupun bukan, seyogianya berpikiran jernih (rasional) dan menghilangkan ego golongan atau diri sendiri. Bila ingin lebih memastikan penggantian rezim ini, maka kombinasi ulama dan non-ulama yang qualified adalah suatu hal yang sangat rasional dan keluar dari ego golongan dan diri sendiri. Dipilihnya UAS sebagai cawapres dan Prabowo sebagai capres pada hemat saya adalah suatu cara berpikir yang jernih atau sangat rasional dan keluar dari ego golongan dan diri sendiri, bila kita ingin lebih memastikan terjadinya penggantian presiden di tahun 2019.

Dengan mindset seperti itu, seharusnya partai Gerindra/PKS/PAN/Demokrat bisa dengan cepat bersatu untuk menentukan siapa capres dan cawapres. Dengan mindset seperti itu seharusnya Prabowo, HRS, Salim Segaf, UAS, AHY, dengan cepat bergerak untuk bersatu menentukan capres dan cawapres dalam usaha menggulingkan rezim yang zontoloyo ini.

Pergantian rezim, demi kemuliaan dan kesejahteraan rakyat dan bangsa Indonesia, itulah yang seharusnya tertanam dalam hati dan menjadi gerak  dari para pemimpin Indonesia baik ulama maupun bukan. Dihapusnya takdir Allooh yang buruk bagi bangsa dan rakyat Indonesia, itulah yang seharusnya tertanam dalam hati dan menjadi gerak dari para pemimpin Islam baik ulama maupun bukan. Pergantian rezim demi selamatnya rakyat Indonesia dari pengadilan Allooh yang sangat dahsyat dan teliti di akhirat, itulah yang seharusnya tertanam dalam hati dan menjadi gerak dari pemimpin Indonesia baik ulama maupun bukan.

Pengabaian tulisan ini oleh para pemimpin Islam baik ulama maupun bukan, pada hemat saya hanyalah menunjukkan bahwa setan memang benar-benar telah dan akan terus berkuasa di Indonesia.

Firman Allooh

  • Yaasin: 60

Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”,

  • As-Shaff: 4

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

  • Al-Anfal: 60

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

  • Ar-Ra’d: 11

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

  • As-Syura: 30

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

  • Hud: 117

Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.

  • Al-Zalzalah: 7-8

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

Dikirimkan Kepada:

  • Partai Gerindra
  • PKS
  • PAN
  • Partai Demokrat
  • Habib Rizieq Shihab
  • Habib Salim Segaf Al-Juhri
  • Ustadz Abdul Somad

Comments are closed.