Umat Islam yang Tersalib dan Upaya Pelepasannya

T. Mudwal

Tersalib, berarti orang tersebut terpaku kaki dan tangannya pada tiang, tidak mungkin bergerak kecuali berteriak dan akhirnya menunggu kematian.

Umat Islam tersalib berarti dia terpaku pada tiang (baca: tertuduh terus menerus), tidak mungkin bergerak dan hanya mampu berteriak (baca: tidak mampu menyerang balik terhadap para penuduhnya dan hanya mampu bertahan sebisa-bisanya) dan akhirnya mati (baca : keluar dari Islam atau menyatakan hal-hal yang benar adalah salah dan yang salah adalah benar).

Contoh dari kematian misalnya semakin banyaknya orang terpelajar dari umat Islam yang mengatakan semua agama dapat masuk surga asalkan berbuat kebajikan yang banyak. Homoseksual dan lesbian diperbolehkan dalam Islam. Saling bergantian mengikuti ritual agama lain baik untuk berbangsa dan bernegara. Nabi Muhammad bukanlah nabi dan rasul yang terakhir. Seorang wanita muslim diperbolehkan untuk kawin dengan pria non muslim. Termasuk juga dalam kematian adalah menyimbolkan manusia bercadar dalam setiap pemberitaan tentang bom.

Umat Kristen pernah tersalib sejak awal masehi dan berakhir sekitar tahun 300-an masehi yaitu setelah Kaisar Konstantin memeluk agama Kristen. Sebelumnya segala hal buruk yang menimpa kerajaan Romawi pasti disalahkan pada umat Kristen. Bahkan pada saat Nero membakar kota Roma, yang disalahkan pertama adalah umat Kristen. Tidak ada yang dapat dilakukan umat Kristen kecuali berteriak-teriak yang menyatakan bahwa mereka tidak bersalah, agama mereka tidak mengajarkan seperti itu. Kalaupun ada yang melakukan pembakaran itu, maka itu adalah orang Kristen yang sesat, bodoh dan ekstrim. Bahkan sebagian diantara mereka mengaku bukan bergama Kristen dan menjelek-jelekkan agama Kristen.

Begitupun Umat Yahudi. Bahkan mereka tersalib lebih lama lagi yaitu selama ribuan tahun. Sejak zaman Nebukadnezar (600 SM) s/d terjadinya revolusi Prancis dan revolusi industri (sekitar abad ke 17&18 M). Revolusi yang memungkinkan terjadinya persaingan individu secara bebas. Revolusi yang menyebabkan agama bukanlah yang utama, tetapi materilah yang utama. Keunggulan individu dari umat Yahudi menyebabkan mereka berkuasa di dunia s/d sekarang ini. Kekuasaan yang hampir tidak mungkin dikalahkan, karena materi telah lebih utama dari agama di seluruh belahan bumi ini. Pada saat mereka tersalib dulu, tidak ada yang mereka lakukan kecuali seperti yang dilakukan umat Kristen pada saat mereka tersalib. Bahkan orang terkaya Eropa, Rothschild (seorang Yahudi) tanpa ragu-ragu menganjurkan untuk pura-pura membuang semua identitas Yahudi,termasuk agamanya,untuk kemudian secara perlahan mengambil seluruh kekuasan di Negara tersebut.

Bagaimana dengan Islam ?

Islam tertuduh terus menerus sebagai biang kerok kekacauan dunia, sejak jatuhnya kerajaan Ottoman Islam (1918) dan mencapai puncaknya setelah pemboman WTC (2001) s/d sekarang ini. Tuduhan itu terus menerus ditimpakan pada umat Islam betapapun tuduhan tersebut tidak rasional seperti misalnya , merampok bank, merampok gaji guru, membunuh orang-orang yang sedang shalat di masjid, dsb. Bahkan apabila ada orang yang BAB di masjid yang terletak di sebuah kantor polisi, maka tuduhan tetap dijatuhkan pada orang Islam. Hal tersebut dilakukan oleh orang itu dengan alasan masjid tersebut dibangun oleh uang haram. Uang yang didapatkan dari bantuan Amerika dan Australia serta uang yang didapatkan dari memeras  rakyat. Berarti masjid tersebut bukan tempat suci dan pantas dijadikan tempat BAB. Dan apabila itu terjadi, dapat dipastikan bahwa sebagian besar umat Islam akan menyalahkan orang tersebut, karena memahami Islam secara ekstrim (tidak moderat seperti golongannya) . Begitulah segala cerita dari umat-umat yang tersalib zaman dahulu akan terulang kembali.

Kenapa pada saat ini perlu menyalib umat Islam ?

Sebab umat Islam dan agama Islam pada saat ini merupakan benteng terakhir yang secara konsisten tetap mengajarkan bahwa kehidupan akhirat lebih baik dari kehidupan dunia. Apabila mereka berhasil disalib, maka selesailah sudah tugas setan, bahwa ia berhasil membuktikan pada Allah Tuhan Semesta Alam bahwa penciptaan manusia merupakan kesalahan besar (seperti apa yang diucapkannya pada Allah Sang-Pencipta pada saat menciptakan Adam AS).

Kesulitan umat Islam untuk melepaskan diri dari tiang salib.

Menunggu s/d raja dunia ini masuk agama Islam (Presiden AS misalnya) adalah terlalu lama dan bisa dipastikan tidak mungkin. Karena yang berkuasa di AS bukan presidennya tetapi orang-orang Yahudi. Dan tidak ada yang diinginkan oleh orang-orang Yahudi, kecuali menghancurkan seluruh agama di dunia kecuali agama Yahudi (seperti yang terbaca pada protokol Zion mereka). Mengharapkan agar umat Islam menguasai teknologi dan ekonomi di dunia lebih tidak mungkin lagi, karena persaingan secara individu maupun negara mereka kalah jauh ketimbang umat/negara non-muslim. Selain kemampuan individualnya yang tinggi, orang Yahudipun berhasil mendapatkan pemimpin yang menyatukan mereka dalam usaha untuk terbebas dari penyaliban yaituTheodor Herzl.

Umat Kristen pada saat tersalibpun mampu untuk dapat mencari seorang pemimpin yang menyatukan langkah mereka dalam usaha membebaskan diri dari penyaliban. Sedangkan untuk Islam, hal tersebut sulit luar biasa. Qur’an yang berbicara secara global, ribuan hadis yang dipercaya atau tidak dipercaya oleh satu golongan, adanya sah atau tidak sah atau ilmu fikih yang berlainan, dan yang paling dahsyat adalah adanya semangat jihad dalam membela kebenaran yang diyakini.  Semangat jihad yang telah memakan korban 3 orang khalifah utama Islam. Semangat jihad yang telah membuat cucu Nabi Muhammad tersayang Hussein RA putus lehernya akibat ditebas pasukan Yazid bin Muawiyyah (betapapun mereka setiap shalat, berdoa kepada Allah memohon keselamatan bagi keturunan Nabi Muhammad SAW). Semangat jihad yang meneyebabkan adik sepupu Nabi Muhammad SAW, Ali bin Abi Thalib RA berperang hebat melawan istri Nabi Muhammad, Siti Aisyah yang sekaligus putri dari sahabat terdekat nabi yaitu Abu Bakar Siddiq RA. Kejadian-kejadian tersebut secara hikmah memang memberikan keuntungan bagi kebesaran Islam, karena di tangan Bani Umayyahlah Islam dengan cepat menjadi super power dunia (keluarga bani Umayyah sejak pra-Islam lebih kuat dan lebih berpengalaman dalam memimpin ketimbang puak-puak Quraisy lainnya). Tetapi secara kenyataan hal ini menunjukkan bahwa sangat sulit untuk menyatukan umat Islam (karena adanya kalimat La Ilaaha Illallah atau semangat jihad itu). Betapapun kalimat itulah yang membuat Islam dapat berkuasa di atas dunia ini ≥700 tahun. Kalimat itulah atau semangat jihad itulah yang sangat ditakuti oleh umat-umat non-muslim di seluruh dunia dan juga sekaligus sebagai senjata ampuh bagi mereka untuk memfitnah dan kemudian menyalib umat Islam. Semangat jihad yang sangat kuat inilah yang menyebabkan umat Islam sulit sekali berpura-pura untuk keluar dari agama Islam walupun dalam keadaan sangat tertekan. Oleh karena itu hampir semua orang Islam keluar dari Spanyol pada  abad ke 14, karena dipaksa menjadi kafir. Tetapi sebagian besar orang Yahudi tetap berdiam di Spanyol, karena dapat berpura-pura keluar dari agama Yahudi. Dengan kenyataan dan analisa seperti di atas, mungkin penyaliban umat Islam akan terus terjadi sampai datangnya hari kiamat. Sehingga wajarlah bila Allah bersumpah dalam sebuah hadis Qudsi bahwa Dia Allah akan menjadikan seorang hambanya menjadi pemimpin umat Islam dan memenangkannya di atas bumi, walaupun umur bumi tinggal sehari lagi.

Jadi, bagaimana cara melepaskan diri dari paku tiang salib itu ?

Yang pertama dan utama, tumbuhkan kecintaan terhadap sesama muslim. Apa yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW tentang hak seorang muslim terhadap muslim lainnya, harus benar-benar berkarat di dalam hati. Setelah itu tertanam, tumbuhkan semangat jihad untuk membela kebenaran sejati. Tidak ada yang ditakuti dan disembah kecuali Allah SWT. Tidak ada yang diikuti dan dituruti kecuali akal pikiran sehat yang berdasarkan al-Qur’an dan al-hadis.

Dengan dasar itu, maka tindakan yang harus dilakukan adalah :

  1. Berdiskusi dengan rendah hati dan penuh kasih sayang pada sesama umat Islam atau antar golongan Islam.
  2. Tidak menyatakan dirinya dan golongannya sebagai lebih pintar, lebih baik, lebih moderat, dsb.
  3. Pada semua tindakan yang dituduhkan pada seorang muslim atau golongan muslim jangan mengatakan bahwa mereka mengikuti aliran ekstrim, sesat atau bodoh. Tapi katakan bahwa ada oknum atau golongan yang mengatasnamakan Islam atau memanfaatkan Islam baik dia beragama Islam ataupun bukan. Ataupun katakan mungkin orang yang melakukan itu adalah orang yang sakit jiwanya.
  4. Menolak bila dikatakan sebagai cendekiawan muslim atau aliran moderat.
  5. Membentuk tim gabungan dari organisasi-organisasi Islam yang besar seperti misalnya NU, Muhamaddiyah, FUI, Hizbut Tahrir, Persis, untuk terlibat aktif dalam pemerikasaan-pemeriksaan yang dilakukan polisi pada umat Islam yang dituduh melakukan keonaran. Kegagalan presiden dan DPR untuk menyetujui usul ini, menunjukkan bahwa penyaliban umat Islam memang telah menjadi kehendak internasional.
  6. Mencari pemimpin yang benar-benar dianggap mampu untuk melepaskan diri dari paku salib tersebut.

Semoga tulisan ini dapat memicu motivasi dari umat Islam untuk melepaskan diri dari penyaliban.

T. Mudwal

Pengamat Keislaman

Comments are closed.