Wahai Capres dan Cawapres, Renungkanlah Kisah Adam AS

T. MUDWAL

Kalau kita melihat dunia perpolitikan baik internasional terlebih lagi nasional, banyak sekali yang menginginkan dirinya menjadi Presiden atau Wakil Presiden. Padahal Allooh sudah berfirman pada QS. Al-Ahzab 72.

Surat Al-Ahzab 72:

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,

Saya mencoba merenungkan kenapa Allooh SWT menyatakan bahwa kakek moyang kita Adam AS amat zalim dan amat bodoh. Bukankah Adam AS didukung oleh seluruh penghuni langit kecuali Iblis untuk menjadi khalifah di bumi? Tidakkah itu lebih baik, ketimbang Iblis yang sombong itu berkuasa di muka bumi?

Pada ilmu saya, kesediaan Adam AS untuk menjadi khalifah di bumi, tetaplah amat zalim dan amat bodoh. Allooh telah menghitung (bukan memvonis) bahwa Adam AS dan mayoritas keturunannya tidak akan mampu memikul amanat itu. Amanat untuk menyembah Allooh yang Esa atau menegakkan kebenaran sesuai aturan Allooh SWT di muka bumi. Betapapun Allooh SWT, telah menanamkan insting kebenaran atau id Allooh (Al-A’raf 172-173), akal pikiran serta mengirim para nabi dan rasul. Bahkan Alloohpun akan selalu membantu manusia dalam usahanya untuk menyembah Allooh yang Esa dan merubah kitab takdir buruknya menjadi takdir baik. Tapi dorongan id bukan Allooh (nafsu) dan usaha keras setan menyesatkan manusia akan menyebabkan sebagian besar manusia kalah. Dan itu berakibat kehinaan bagi mereka (manusia) di dunia dan di akhirat. Itulah maksud firman Allooh yang mengatakan bahwa manusia amat zalim dan amat bodoh dengan menerima amanat, betapapun didukung oleh seluruh penghuni langit, kecuali Iblis.

Bila Adam AS, tidak bersedia menjadi khalifah di bumi, apakah jabatan khalifah di bumi akan jatuh pada Iblis si raja setan itu? Karena Iblis adalah hamba Allooh yang paling dihormati oleh seluruh malaikat disebabkan kehebatannya beribadah, tidak kalah dengan malaikat, bahkan mempunyai IQ yang jauh lebih tinggi dari malaikat. Bila kemungkinan itu terjadi maka perang antara kebenaran dan kebatilan tidak akan terjadi di atas bumi ini. Karena Iblis dan keturunannya pasti akan membuat dunia ini akan menyembah Allooh semuanya dan selamanya. Tetapi karena Allooh ingin membuat suatu game perang antara kebenaran dan kebatilan, ditawarkan jabatan khalifah di bumi itu pada makhluk-makhluk lain. Tidak kepada para malaikat dan malaikat yang jenius itu (Iblis/raja setan) (Al-Ahzab: 72).

Al-Baqarah 30:

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Allah berfirman: “Hai Iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?”

Al-Hijr 33:

Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”

Terlihat dari ketiga ayat itu bahwa Iblis dengan kecerdasannya, tidak mengulangi pertanyaan malaikat tentang kuatnya id bukan Allooh, yaitu membuat kerusakan dan menumpahkan darah. Membuat kerusakan dan menumpahkan darah adalah suatu hal yang dilakukan oleh manusia demi diakui egonya. Atau tercapainya aktualisasi diri daripada manusia. Aktualisasi diri adalah tingkat tertinggi dari kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow (suatu teori yang sulit dibantah). Iblis mempertanyakan struktur dari manusia itu (lumpur). Struktur seperti itu akan menyebabkan manusia secara cepat tidak menyembah Allooh. Kebutuhan makan, minum, pakaian, seks, papan, adalah kebutuhan dasar dari manusia menurut Abraham Maslow (suatu teori yang sulit dibantah). Peristaltik usus akan bergerak cepat terus-menerus dan asam lambung akan meningkat bila tidak ada makanan. Dimana semuanya akan menyebabkan sakit dan perih pada perut. Kerja otak akan menurun, mata tidak dapat melihat jelas, gerakan tidak dapat dilakukan bila tidak ada makanan. Sedangkan untuk mendapatkan makanan itu, mungkin saja dia akan melupakan amanat Alloh, karena waktunya habis untuk mencari makanan. Dan sangat besar kemungkinan, amanat Allooh akan ditinggalkan bila makanan itu berada di tangan setan. Karena itu alasan Iblis untuk tidak sujud pada Adam adalah alasan yang sangat kuat. Sebab hanya dengan tingkat pertama dari Abraham Maslow atau kebutuhan dasar untuk hidup saja, manusia telah melupakan amanat Allooh. Bandingkan dengan alasan malaikat yang menyatakan bahwa baru pada kebutuhan tertinggi (aktualisasi), manusia akan melupakan amanat Allooh/Al-Baqarah 30.

Piramida Abraham Maslow:

Bila malaikat sudah cukup puas, dengan kemampuan Adam AS menekan hawa nafsunya dan mempergunakan id Allooh serta akal pikirannya untuk mengemban amanat Allooh (yang disimbolkan dengan mampunya Adam AS menyebut nama-nama benda/Al-Baqarah 33). Maka Iblis, tetap tidak puas dengan kemampuan Adam AS yang seperti itu. Dia melihat adanya kesulitan Adam AS untuk menekan id bukan Allooh, betapapun Adam AS akhirnya sukses untuk mengemban amanat Allooh/Al-Baqarah 34.

Al-Baqarah 33:

Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”

QS Al-Baqarah 34:

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

Iblis yakin bahwa dia akan secara mudah membuat Adam AS untuk meninggalkan amanat Allooh bila dia memprovokasi nafsu atau id bukan Allooh itu dan mengalahkan akal pikiran Adam AS. Karena Adam AS terbuat dari lumpur dan begitulah sifat lumpur (Hijr: 32). Dengan dasar itulah dia menolak untuk meminta ampun kepada Allooh SWT, bahkan dia ingin membuktikan kemampuannya itu kepada Allooh SWT, atau membuktikan bahwa menjadikan Adam AS, adalah suatu blunder besar atau perbuatan yang sia-sia dari Allooh SWT (Hijr 32, 33, 36)

Al-Hijr 32:

Allah berfirman: “Hai Iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?”

Al-Hijr 33:

Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”

Al-Hijr 36:

Berkata Iblis: “Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan,

QS Al-Hijr 39

Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.

Untuk itu dia meminta tangguh supaya dia diizinkan untuk bersama-sama manusia, dimanapun manusia itu berada. Berarti dia meminta tangguh supaya jangan diusir dulu dari dalam surga dan jangan dimasukkan ke dalam neraka sampai dengan semua umat manusia telah mati (hari kiamat/Hijr: 36)

 Dia merasa pasti akan dapat menyesatkan semua manusia dari menyembah Allooh yang Esa (Hijr 39).

Dan Allooh menerima tantangan itu dengan memberikan tangguh kepada Iblis untuk tidak langsung keluar dari surga, dan menangguhkannya masuk ke neraka sampai dengan manusia telah mati semuanya (Hijr: 37/38)

QS Al-Hijr 37:

Allah berfirman: “(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,

QS Al-Hijr 38:

sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan,

Ternyata Iblis terbukti berhasil membuat Adam AS melupakan amanat Allooh (Thaha: 120-121)

Ath Thaha 120:

Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?”

Ath Thaha 121:

Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.

Keinginan manusia untuk mencapai tingkat tertinggi dari Abraham Maslow itulah yang menyebabkan Adam AS, gagal memegang amanah Allooh. Keinginan untuk mendapatkan kerajaan yang tidak akan binasa (Thaha 120).

Perkembangan itu, tidak terpikirkan oleh Adam AS ketika dia menerima amanat Allooh SWT. Bahkan dia merasa yakin bahwa dia tidak akan jatuh ke bumi. Sebab Allooh menjanjikan bahwa dia bisa saja tidak turun ke bumi atau selama-lamanya berada di surga. Karena Allooh bisa merubah apa yang telah ditetapkannya pada Adam AS seperti yang telah tertulis pada Lauhul Mahfuz, 50 ribu tahun sebelum penciptaan alam semesta. Perhatikan surat Ar-Rad 39:

QS Ar-Rad 39:

Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).

Perhitungan Adam yang keliru itulah yang dikatakan Allooh sebagai amat bodoh dan amat zalim, bagi dirinya sendiri dan keturunannya.

 Nasib iblispun telah tertulis pada Lauhul Mahfuzh. Dia akan menjadi makhluk terhina di alam semesta. Tapi Dia Allooh akan dapat merubah itu (sesuai Ar-Rad:39). Dia bisa tetap menjadikan iblis sebagai makhluk termulia di alam semesta, jika dia tidak menantang Allooh atau menunjukkan kepada Allooh bahwa Dia Allooh telah berbuat suatu hal yang sia-sia dengan penciptaan Adam AS. Semua pola pikir Iblis, telah diperkirakan oleh Allooh. Karena itu Allooh menyatakan bahwa sesungguhnya Iblis adalah makluk terkutuk (telah tertulis di Lauhul Mahfuzh/Hijr: 34-35). Dan Allooh menerima penangguhan itu (Hijr: 37).

Al-Hijr 34:

Allah berfirman: “Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk,

Al-Hijr 35:

dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat”.

Al-Hijr 37:

Allah berfirman: “(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,

Allooh ingin menunjukkan pada Adam AS bahwa Dia Allooh tidak berbuat zalim atas penulisannya di Lauhul Mahfuzh bahwa Adam akan turun ke bumi. Kesalahan Adam sendirilah yang menyebabkan hal itu terjadi (Thaha: 115).

Thaha 115:

Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.

Perhitungan akurat seperti itulah yang menyebabkan Allooh sedari awal telah mengatakan pada para malaikat bahwa Dia akan menjadikan manusia sebagai khalifah di atas bumi, betapapun manusia itu masih ada kans untuk hidup di surga selama-lamanya. Karena adalah hak Allooh untuk menuliskan atau menetapkan apa saja yang Dia kehendaki.

Yunus 44:

Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.

Allooh setuju bahwa intervensi Iblis akan membuat semua manusia melupakan Allooh adalah benar (An-Nur 21).

QS An-Nur 21:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Tetapi Iblispun bisa kalah. Karena Allooh telah menanamkan insting tauhid supaya manusia terus mencari Allooh untuk menyembahnya (Al-A’raf: 172-173). Bila manusia mengikuti insting tauhid itu, maka dia dipastikan akan berpegang teguh pada ajaran-ajaran yang disampaikan oleh para rasul Allooh, mempergunakan akal pikirannya untuk melawan tipu daya setan, sehingga dapat berpegang terus pada ajaran rasul-rasul Allooh, terus meminta ampun dan petunjuk dari Allooh SWT, seperti yang dilakukan oleh umat Islam, dengan menyebut ihdinas shiroothol mustaqqim 17x sehari. Dan Allooh akan memenangkan mereka (Thaha: 123).

QS Al-A’raf 172:

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

QS Al-A’raf 173:

atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?”

Thaha 123:

Allah berfirman: “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.

Betapapun secara mayoritas memang manusia berhasil dilumpuhkan oleh Iblis untuk menyembah Allooh yang Esa, tetapi Allooh juga menunjukkan klaim Iblis yang mengatakan bahwa penciptaan manusia adalah suatu kesia-siaan tidak terbukti.

Kesimpulannya memang Allooh ingin membuat game perang antara kebenaran dan kebatilan di atas dunia ini.

Yang menarik adalah usaha Isa AS untuk menyelamatkan mayoritas manusia dari kekalahannya melawan Iblis, seperti yang tertulis pada Injil Barnabas. Dia pernah meminta pada Allooh SWT, untuk dipertemukan dengan Iblis. Dia akan berusaha, supaya Iblis mau bertaubat pada Allooh. Dan bila dia mau bertaubat, maka dia meminta Allooh supaya mengampuni dosa Iblis dan mengembalikannya ke surga. Dan Allooh mengabulkan permintaan Isa AS tersebut. Dia menyuruh Iblis untuk menemui Isa AS. Setelah Iblis menemui Isa AS dan mengetahui maksud Isa AS maka murkalah Iblis. Dia menyatakan bahwa dia tidak bisa bersujud pada manusia yang tercipta dari lumpur hitam yang diberi bentuk itu dari awal penciptaannya sampai datangnya hari kiamat. Dia meminta pada Isa AS untuk tidak berdoa seperti itu lagi pada Allooh SWT.

Sifat Iblis yang sombong dan menolak kehendak Allooh untuk menciptakan Adam AS, telah diperhitungkan Allooh. Karena itu Allooh telah menulis pada kitab-Nya di Lauhul Mahfudz bahwa Iblis akan menjadi makhluk terkutuk dan kafir kepada-Nya (Hijr: 34-35). Kejeniusannya yang menyebabkan ia sombong dan kafir. Padahal kejeniusan itu, sebenarnya juga peluang untuk tidak kafir dan sombong. Atau masih ada kans untuk Iblis untuk tetap menjadi makhluk paling mulia di atas bumi dan langit (Ar-Rad 39). Tetapi untuk sifat sombong memang tidak ada yang dapat mengobatinya kecuali latihan keras dari makhluk itu sendiri untuk mengobatinya. Dengan dasar itulah Allooh mempersilahkan Isa AS untuk mencoba membujuk Iblis dan menghentikan game perang antara Allooh dan Iblis di atas dunia ini. Dan Allooh sudah tahu bahwa Isa akan gagal.

Apa hubungannya renungan saya tentang kisah kakek moyang kita Adam AS itu dengan masalah keinginan seseorang untuk menjadi capres atau cawapres?

Karena mereka semua ingin mencapai kebutuhan tertinggi dari seorang manusia seperti yang dituliskan Abraham Maslow. Mereka ingin menjadi presiden ataupun wapres. Mereka siap untuk mengemban amanat membereskan keadaan Indonesia yang carut marut ini. Betapapun untuk itu diperlukan seorang manusia dengan kecerdasan yang sangat tinggi, wawaasan yang luas, cukup pengalaman dan keberanian yang luar biasa. Yang terpenting dari segalanya adalah ridha dan bantuan Allooh Tuhan semesta alam pada mereka semua. Dimana untuk mencapai ridha dan bantuan Allooh diperlukan kemampuan mereka untuk mengontrol id bukan Allooh dan terlatihnya id Allooh mereka

Melihat apa yang ada pada capres dan cawapres Indonesia saat ini dan tantangan yang akan mereka hadapi, maka keinginan mereka untuk menjadi capres dan cawapres menurut hemat saya atau orang-orang seperti saya atau mungkin Allooh SWT adalah keinginan yang amat dzalim dan sangat bodoh. Walaupun demikian kita semua telah berada diatas dunia saat ini. Peperangan antara partai Allooh dan partai setan pasti akan terjadi selamanya, sampai hari kiamat nanti. Untuk memenangkan perang itu, mutlak diperlukan seorang pemimpin.

Bila meraka semua takut untuk mencalonkan ataupun di calonkan sebagai presiden atau wakil presiden, karena mengerti akan kelemahan pada diri mereka semua atau takut di vonis amat dzalim dan amat bodoh, maka partai setan akan mengambil alih Indonesia saat ini. Itu tidak boleh terjadi. Kekuatan kebenaran harus mampu mengalahkan kekuatan kebatilan. Kekuatan kebenaran harus mampu menemukan dan memaksa putra terbaik bangsa sebagai pemimpin kekuatan kebenaran. Suatu hal yang pernah terjadi ketika kekuatan kebenaran memaksa Abu Bakar Siddiq, Ali bin Abi Thalib, dan Umar bin Abdul Aziz yang terkenal sangat suka pada kemewahan itu sebagai pemimpin kekuatan kebenaran. Dan karena merekalah penguasa Romawi dan Persia harus merubah penilaiannya terhadap kerajaan Islam. Kerajaan Islam yang tadinya mereka nilai pada tingkat Paria atau Sudra berubah menjadi tingkat Ksatria atau Brahmana.

Bila kekuatan kebenaran Indonesia berhasil menemukan dan memaksa putra terbaiknya sebagai pemimpin kekuatan kebenaran, maka In syaa Allooh kasta Indonesia yang berada pada tingkat Paria atau Sudra ini akan berubah menjadi Waisya atau Ksatria.

Semoga tulisan ini bermanfaat pada kita semua dan seluruh rakyat Indonesia. Aamiin YRA

QS Al-‘Asr 1-3:

Demi masa.

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Comments are closed.