Wahai Capres dan Cawapres, Renungkanlah Kisah Adam AS

T. MUDWAL

Kalau kita melihat dunia perpolitikan baik internasional terlebih lagi nasional, banyak sekali yang menginginkan dirinya menjadi Presiden atau Wakil Presiden. Padahal Allooh sudah berfirman pada QS. Al-Ahzab 72.

Surat Al-Ahzab 72:

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,

Saya mencoba merenungkan kenapa Allooh SWT menyatakan bahwa kakek moyang kita Adam AS amat zalim dan amat bodoh. Bukankah Adam AS didukung oleh seluruh penghuni langit kecuali Iblis untuk menjadi khalifah di bumi? Tidakkah itu lebih baik, ketimbang Iblis yang sombong itu berkuasa di muka bumi?

Pada ilmu saya, kesediaan Adam AS untuk menjadi khalifah di bumi, tetaplah amat zalim dan amat bodoh. Allooh telah menghitung (bukan memvonis) bahwa Adam AS dan mayoritas keturunannya tidak akan mampu memikul amanat itu. Amanat untuk menyembah Allooh yang Esa atau menegakkan kebenaran sesuai aturan Allooh SWT di muka bumi. Betapapun Allooh SWT, telah menanamkan insting kebenaran atau id Allooh (Al-A’raf 172-173), akal pikiran serta mengirim para nabi dan rasul. Bahkan Alloohpun akan selalu membantu manusia dalam usahanya untuk menyembah Allooh yang Esa dan merubah kitab takdir buruknya menjadi takdir baik. Tapi dorongan id bukan Allooh (nafsu) dan usaha keras setan menyesatkan manusia akan menyebabkan sebagian besar manusia kalah. Dan itu berakibat kehinaan bagi mereka (manusia) di dunia dan di akhirat. Itulah maksud firman Allooh yang mengatakan bahwa manusia amat zalim dan amat bodoh dengan menerima amanat, betapapun didukung oleh seluruh penghuni langit, kecuali Iblis.

Bila Adam AS, tidak bersedia menjadi khalifah di bumi, apakah jabatan khalifah di bumi akan jatuh pada Iblis si raja setan itu? Karena Iblis adalah hamba Allooh yang paling dihormati oleh seluruh malaikat disebabkan kehebatannya beribadah, tidak kalah dengan malaikat, bahkan mempunyai IQ yang jauh lebih tinggi dari malaikat. Bila kemungkinan itu terjadi maka perang antara kebenaran dan kebatilan tidak akan terjadi di atas bumi ini. Karena Iblis dan keturunannya pasti akan membuat dunia ini akan menyembah Allooh semuanya dan selamanya. Tetapi karena Allooh ingin membuat suatu game perang antara kebenaran dan kebatilan, ditawarkan jabatan khalifah di bumi itu pada makhluk-makhluk lain. Tidak kepada para malaikat dan malaikat yang jenius itu (Iblis/raja setan) (Al-Ahzab: 72).

Al-Baqarah 30:

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Allah berfirman: “Hai Iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?”

Al-Hijr 33:

Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”

Terlihat dari ketiga ayat itu bahwa Iblis dengan kecerdasannya, tidak mengulangi pertanyaan malaikat tentang kuatnya id bukan Allooh, yaitu membuat kerusakan dan menumpahkan darah. Membuat kerusakan dan menumpahkan darah adalah suatu hal yang dilakukan oleh manusia demi diakui egonya. Atau tercapainya aktualisasi diri daripada manusia. Aktualisasi diri adalah tingkat tertinggi dari kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow (suatu teori yang sulit dibantah). Iblis mempertanyakan struktur dari manusia itu (lumpur). Struktur seperti itu akan menyebabkan manusia secara cepat tidak menyembah Allooh. Kebutuhan makan, minum, pakaian, seks, papan, adalah kebutuhan dasar dari manusia menurut Abraham Maslow (suatu teori yang sulit dibantah). Peristaltik usus akan bergerak cepat terus-menerus dan asam lambung akan meningkat bila tidak ada makanan. Dimana semuanya akan menyebabkan sakit dan perih pada perut. Kerja otak akan menurun, mata tidak dapat melihat jelas, gerakan tidak dapat dilakukan bila tidak ada makanan. Sedangkan untuk mendapatkan makanan itu, mungkin saja dia akan melupakan amanat Alloh, karena waktunya habis untuk mencari makanan. Dan sangat besar kemungkinan, amanat Allooh akan ditinggalkan bila makanan itu berada di tangan setan. Karena itu alasan Iblis untuk tidak sujud pada Adam adalah alasan yang sangat kuat. Sebab hanya dengan tingkat pertama dari Abraham Maslow atau kebutuhan dasar untuk hidup saja, manusia telah melupakan amanat Allooh. Bandingkan dengan alasan malaikat yang menyatakan bahwa baru pada kebutuhan tertinggi (aktualisasi), manusia akan melupakan amanat Allooh/Al-Baqarah 30.

Piramida Abraham Maslow:

Bila malaikat sudah cukup puas, dengan kemampuan Adam AS menekan hawa nafsunya dan mempergunakan id Allooh serta akal pikirannya untuk mengemban amanat Allooh (yang disimbolkan dengan mampunya Adam AS menyebut nama-nama benda/Al-Baqarah 33). Maka Iblis, tetap tidak puas dengan kemampuan Adam AS yang seperti itu. Dia melihat adanya kesulitan Adam AS untuk menekan id bukan Allooh, betapapun Adam AS akhirnya sukses untuk mengemban amanat Allooh/Al-Baqarah 34.

Al-Baqarah 33:

Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”

QS Al-Baqarah 34:

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

Iblis yakin bahwa dia akan secara mudah membuat Adam AS untuk meninggalkan amanat Allooh bila dia memprovokasi nafsu atau id bukan Allooh itu dan mengalahkan akal pikiran Adam AS. Karena Adam AS terbuat dari lumpur dan begitulah sifat lumpur (Hijr: 32). Dengan dasar itulah dia menolak untuk meminta ampun kepada Allooh SWT, bahkan dia ingin membuktikan kemampuannya itu kepada Allooh SWT, atau membuktikan bahwa menjadikan Adam AS, adalah suatu blunder besar atau perbuatan yang sia-sia dari Allooh SWT (Hijr 32, 33, 36)

Al-Hijr 32:

Allah berfirman: “Hai Iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?”

Al-Hijr 33:

Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”

Al-Hijr 36:

Berkata Iblis: “Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan,

QS Al-Hijr 39

Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.

Untuk itu dia meminta tangguh supaya dia diizinkan untuk bersama-sama manusia, dimanapun manusia itu berada. Berarti dia meminta tangguh supaya jangan diusir dulu dari dalam surga dan jangan dimasukkan ke dalam neraka sampai dengan semua umat manusia telah mati (hari kiamat/Hijr: 36)

 Dia merasa pasti akan dapat menyesatkan semua manusia dari menyembah Allooh yang Esa (Hijr 39).

Dan Allooh menerima tantangan itu dengan memberikan tangguh kepada Iblis untuk tidak langsung keluar dari surga, dan menangguhkannya masuk ke neraka sampai dengan manusia telah mati semuanya (Hijr: 37/38)

QS Al-Hijr 37:

Allah berfirman: “(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,

QS Al-Hijr 38:

sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan,

Ternyata Iblis terbukti berhasil membuat Adam AS melupakan amanat Allooh (Thaha: 120-121)

Ath Thaha 120:

Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?”

Ath Thaha 121:

Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.

Keinginan manusia untuk mencapai tingkat tertinggi dari Abraham Maslow itulah yang menyebabkan Adam AS, gagal memegang amanah Allooh. Keinginan untuk mendapatkan kerajaan yang tidak akan binasa (Thaha 120).

Perkembangan itu, tidak terpikirkan oleh Adam AS ketika dia menerima amanat Allooh SWT. Bahkan dia merasa yakin bahwa dia tidak akan jatuh ke bumi. Sebab Allooh menjanjikan bahwa dia bisa saja tidak turun ke bumi atau selama-lamanya berada di surga. Karena Allooh bisa merubah apa yang telah ditetapkannya pada Adam AS seperti yang telah tertulis pada Lauhul Mahfuz, 50 ribu tahun sebelum penciptaan alam semesta. Perhatikan surat Ar-Rad 39:

QS Ar-Rad 39:

Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).

Perhitungan Adam yang keliru itulah yang dikatakan Allooh sebagai amat bodoh dan amat zalim, bagi dirinya sendiri dan keturunannya.

 Nasib iblispun telah tertulis pada Lauhul Mahfuzh. Dia akan menjadi makhluk terhina di alam semesta. Tapi Dia Allooh akan dapat merubah itu (sesuai Ar-Rad:39). Dia bisa tetap menjadikan iblis sebagai makhluk termulia di alam semesta, jika dia tidak menantang Allooh atau menunjukkan kepada Allooh bahwa Dia Allooh telah berbuat suatu hal yang sia-sia dengan penciptaan Adam AS. Semua pola pikir Iblis, telah diperkirakan oleh Allooh. Karena itu Allooh menyatakan bahwa sesungguhnya Iblis adalah makluk terkutuk (telah tertulis di Lauhul Mahfuzh/Hijr: 34-35). Dan Allooh menerima penangguhan itu (Hijr: 37).

Al-Hijr 34:

Allah berfirman: “Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk,

Al-Hijr 35:

dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat”.

Al-Hijr 37:

Allah berfirman: “(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,

Allooh ingin menunjukkan pada Adam AS bahwa Dia Allooh tidak berbuat zalim atas penulisannya di Lauhul Mahfuzh bahwa Adam akan turun ke bumi. Kesalahan Adam sendirilah yang menyebabkan hal itu terjadi (Thaha: 115).

Thaha 115:

Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.

Perhitungan akurat seperti itulah yang menyebabkan Allooh sedari awal telah mengatakan pada para malaikat bahwa Dia akan menjadikan manusia sebagai khalifah di atas bumi, betapapun manusia itu masih ada kans untuk hidup di surga selama-lamanya. Karena adalah hak Allooh untuk menuliskan atau menetapkan apa saja yang Dia kehendaki.

Yunus 44:

Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.

Allooh setuju bahwa intervensi Iblis akan membuat semua manusia melupakan Allooh adalah benar (An-Nur 21).

QS An-Nur 21:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Tetapi Iblispun bisa kalah. Karena Allooh telah menanamkan insting tauhid supaya manusia terus mencari Allooh untuk menyembahnya (Al-A’raf: 172-173). Bila manusia mengikuti insting tauhid itu, maka dia dipastikan akan berpegang teguh pada ajaran-ajaran yang disampaikan oleh para rasul Allooh, mempergunakan akal pikirannya untuk melawan tipu daya setan, sehingga dapat berpegang terus pada ajaran rasul-rasul Allooh, terus meminta ampun dan petunjuk dari Allooh SWT, seperti yang dilakukan oleh umat Islam, dengan menyebut ihdinas shiroothol mustaqqim 17x sehari. Dan Allooh akan memenangkan mereka (Thaha: 123).

QS Al-A’raf 172:

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

QS Al-A’raf 173:

atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?”

Thaha 123:

Allah berfirman: “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.

Betapapun secara mayoritas memang manusia berhasil dilumpuhkan oleh Iblis untuk menyembah Allooh yang Esa, tetapi Allooh juga menunjukkan klaim Iblis yang mengatakan bahwa penciptaan manusia adalah suatu kesia-siaan tidak terbukti.

Kesimpulannya memang Allooh ingin membuat game perang antara kebenaran dan kebatilan di atas dunia ini.

Yang menarik adalah usaha Isa AS untuk menyelamatkan mayoritas manusia dari kekalahannya melawan Iblis, seperti yang tertulis pada Injil Barnabas. Dia pernah meminta pada Allooh SWT, untuk dipertemukan dengan Iblis. Dia akan berusaha, supaya Iblis mau bertaubat pada Allooh. Dan bila dia mau bertaubat, maka dia meminta Allooh supaya mengampuni dosa Iblis dan mengembalikannya ke surga. Dan Allooh mengabulkan permintaan Isa AS tersebut. Dia menyuruh Iblis untuk menemui Isa AS. Setelah Iblis menemui Isa AS dan mengetahui maksud Isa AS maka murkalah Iblis. Dia menyatakan bahwa dia tidak bisa bersujud pada manusia yang tercipta dari lumpur hitam yang diberi bentuk itu dari awal penciptaannya sampai datangnya hari kiamat. Dia meminta pada Isa AS untuk tidak berdoa seperti itu lagi pada Allooh SWT.

Sifat Iblis yang sombong dan menolak kehendak Allooh untuk menciptakan Adam AS, telah diperhitungkan Allooh. Karena itu Allooh telah menulis pada kitab-Nya di Lauhul Mahfudz bahwa Iblis akan menjadi makhluk terkutuk dan kafir kepada-Nya (Hijr: 34-35). Kejeniusannya yang menyebabkan ia sombong dan kafir. Padahal kejeniusan itu, sebenarnya juga peluang untuk tidak kafir dan sombong. Atau masih ada kans untuk Iblis untuk tetap menjadi makhluk paling mulia di atas bumi dan langit (Ar-Rad 39). Tetapi untuk sifat sombong memang tidak ada yang dapat mengobatinya kecuali latihan keras dari makhluk itu sendiri untuk mengobatinya. Dengan dasar itulah Allooh mempersilahkan Isa AS untuk mencoba membujuk Iblis dan menghentikan game perang antara Allooh dan Iblis di atas dunia ini. Dan Allooh sudah tahu bahwa Isa akan gagal.

Apa hubungannya renungan saya tentang kisah kakek moyang kita Adam AS itu dengan masalah keinginan seseorang untuk menjadi capres atau cawapres?

Karena mereka semua ingin mencapai kebutuhan tertinggi dari seorang manusia seperti yang dituliskan Abraham Maslow. Mereka ingin menjadi presiden ataupun wapres. Mereka siap untuk mengemban amanat membereskan keadaan Indonesia yang carut marut ini. Betapapun untuk itu diperlukan seorang manusia dengan kecerdasan yang sangat tinggi, wawaasan yang luas, cukup pengalaman dan keberanian yang luar biasa. Yang terpenting dari segalanya adalah ridha dan bantuan Allooh Tuhan semesta alam pada mereka semua. Dimana untuk mencapai ridha dan bantuan Allooh diperlukan kemampuan mereka untuk mengontrol id bukan Allooh dan terlatihnya id Allooh mereka

Melihat apa yang ada pada capres dan cawapres Indonesia saat ini dan tantangan yang akan mereka hadapi, maka keinginan mereka untuk menjadi capres dan cawapres menurut hemat saya atau orang-orang seperti saya atau mungkin Allooh SWT adalah keinginan yang amat dzalim dan sangat bodoh. Walaupun demikian kita semua telah berada diatas dunia saat ini. Peperangan antara partai Allooh dan partai setan pasti akan terjadi selamanya, sampai hari kiamat nanti. Untuk memenangkan perang itu, mutlak diperlukan seorang pemimpin.

Bila meraka semua takut untuk mencalonkan ataupun di calonkan sebagai presiden atau wakil presiden, karena mengerti akan kelemahan pada diri mereka semua atau takut di vonis amat dzalim dan amat bodoh, maka partai setan akan mengambil alih Indonesia saat ini. Itu tidak boleh terjadi. Kekuatan kebenaran harus mampu mengalahkan kekuatan kebatilan. Kekuatan kebenaran harus mampu menemukan dan memaksa putra terbaik bangsa sebagai pemimpin kekuatan kebenaran. Suatu hal yang pernah terjadi ketika kekuatan kebenaran memaksa Abu Bakar Siddiq, Ali bin Abi Thalib, dan Umar bin Abdul Aziz yang terkenal sangat suka pada kemewahan itu sebagai pemimpin kekuatan kebenaran. Dan karena merekalah penguasa Romawi dan Persia harus merubah penilaiannya terhadap kerajaan Islam. Kerajaan Islam yang tadinya mereka nilai pada tingkat Paria atau Sudra berubah menjadi tingkat Ksatria atau Brahmana.

Bila kekuatan kebenaran Indonesia berhasil menemukan dan memaksa putra terbaiknya sebagai pemimpin kekuatan kebenaran, maka In syaa Allooh kasta Indonesia yang berada pada tingkat Paria atau Sudra ini akan berubah menjadi Waisya atau Ksatria.

Semoga tulisan ini bermanfaat pada kita semua dan seluruh rakyat Indonesia. Aamiin YRA

QS Al-‘Asr 1-3:

Demi masa.

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

 

O Presidential and Vice-Presidential Candidate, Ponder of Adam’s Tale

T. MUDWAL

 

If we take a look into political world nowadays both at international and even at national level, there are so many people that want themselves to be the president and vice president. Even though Allooh has said in QS. Al-Ahzab 72.

Surah Al-Ahzab 72:

Indeed, we offered the Trust to the heavens and the earth and the mountains, and they declined to bear it and feared it; but man [undertook to] bear it. Indeed, he was unjust and ignorant.

I try to ponder on why Allooh said that our ancestor, Adam AS was very unjust and ignorant. Wasn’t Adam AS was supported by the whole heaven’s inhabitants except Iblis to become the caliph on the face of the earth? Wasn’t it better compared to let that arrogant Iblis ruled over this world?

In my knowledge, the willingness of Adam AS to become the caliph of this world is still an unjust and ignorant decision. Allooh has calculated (not determine) that Adam AS and majority of his descendant can’t be able to bear that mandate. The mandate to worship Allooh or upholding the truth based on Allooh’s regulation on the face of the earth. No matter how Allooh has planted an instinct of righteousness or id Allooh (Al-A’raf 172-173), their wits and He has sent His messengers and apostles. Even Allooh will always help humans in their effort to worship Him and change a bad destiny into a good one. But the pressure from the other id (lust) and the hard work of Satan in deceiving humans will make the majority of humans be defeated in the end. And it will be a disgrace for them (humans) in this world and in afterlife. That’s the meaning of Alloh’s saying that said humans are indeed unjust and ignorant by receiving the mandate, even if they were being supported by the whole heavenly realm inhabitant except Iblis.

If Adam AS wasn’t willing to become the caliph of this world, will the position of this world’s caliph befall on the Iblis the king of all devils? Because Iblis is the servant of Allooh who was the most respected by the whole angels because of his prowess in worshipping Allooh, not in the slightest less than angels, even possessing IQ far higher than angels. If that was truly the case then the war between the truth and evil wouldn’t happen on the face of the earth. Because Iblis and his descendant will absolutely make this world to worship Allooh forever and ever. But because Allooh wants to make a game of war between righteousness and evil, then the position of caliph was being offered to another races. Not towards angels and that particularly genius angel (Iblis/king of devils) (Al-Ahzab:72).

Al-Baqarah 30:

And [mention, O Muhammad], when your Lord said to the angels, “Indeed, I will make upon the earth a successive authority.” They said, “Will You place upon it one who causes corruption therein and sheds blood, while we declare Your praise and sanctify You?” Allah said, “Indeed, I know that which you do not know.”

Al-Hijr 32:

[ Allah ] said, O Iblees, what is [the matter] with you that you are not with those who prostrate?”

Al-Hijr 33:

He said, “Never would I prostrate to a human whom You created out of clay from an altered black mud.”

It was shown from those three verses that Iblis, with his wit, won’t repeat angel’s question about how strong his ‘not-Allooh id’, which is to create destruction and spill blood. Creating destruction and spilling blood is something that human would do for the ego to be recognized. Or to achieve their own self-actualization. Self-actualization is the highest form of human need according to Abraham Maslow (one theory which is hard to refute). Iblis questioned the structure of human which is based on mud.  That structure will make humans quickly not to worship Allooh. The need for eating, drinking, having clothes, sex and home are the basic need for human being according to Abraham Maslow (a theory that hard to refute). Gut’s peristaltic movement will move faster and continuously and stomach acid will increase if there is no food. All of it will lead to pain and eventually sickness in the belly. Brain activity reduced, eyes can’t see clearly, even simple movement will be hard to do if there is no food. Whereas to get those foods, humans might forget Allooh’s mandate. Because their time will be used mostly on getting food. And it’ll be a big probability too that the food is in satan’s hand. Because of that, the reason why Iblis wasn’t bowing to Adam was pretty much solid. Because only by the first layer of human needs, according to Abraham Maslow, or just by satisfying basic needs, human has forgotten Allooh’s mandate. Compare it with the reasoning of angels that human will only waver on their mandate in the face of the highest need they can achieve which is self-actualization (Al-Baqarah: 30).

Abraham Maslow’s pyramid:

If angels were satisfied with the ability of Adam AS to suppress his desire and in using his id Allooh with his wits to bear Allooh’s mandate (which symbolized by Adam AS able to mention the name of things/Al-Baqarah 33). Not the same can be said for Iblis. He was still not satisfied by Adam’s ability. He saw that Adam will have trouble in suppressing the not-Allooh id, eventhough in the end Adam AS has successfully bear Allooh’s mandate. (Al-Baqarah 34)

Al-Baqarah 33:

He said, “O Adam, inform them of their names.” And when he had informed them of their names, He said, “Did I not tell you that I know the unseen [aspects] of the heavens and the earth? And I know what you reveal and what you have concealed.”

QS Al-Baqarah 34:

And [mention] when We said to the angels, “Prostrate before Adam”; so they prostrated, except for Iblees. He refused and was arrogant and became of the disbelievers.

Iblis was sure he could easily make Adam AS to leave Allooh’s mandate if he provoked his lust or that ‘not-Allooh id’ and defeat Adam’s wits. Because Adam AS was made from mud and that’s how mud’s personality really is (Hijr: 32). With that basic Iblis refused to beg for forgiveness to Allooh SWT, he even insisted on proving his ability to Allooh SWT, or proving that creating Adam AS was a big blunder or something that just will result in vain in the end (Hijr: 32, 33, 36)

Al-Hijr 32:

 Allah ] said, O Iblees, what is [the matter] with you that you are not with those who prostrate?”

Al-Hijr 33:

He said, “Never would I prostrate to a human whom You created out of clay from an altered black mud.”

Al-Hijr 36:

He said,”My Lord, then reprieve me until the Day they are resurrected.”

QS Al-Hijr 39

[Iblees] said, “My Lord, because You have put me in error, I will surely make [disobedience] attractive to them on earth, and I will mislead them all

For that he asked Allooh to reprieve him so that he may live together with human for the time being, wherever that human will be. Then it means he asked for a postpone to his punishment so that he won’t be kicked out directly from heaven into blazing hell until all human dies (Apocalypse/Hijr: 36)

He truly believed that he can deceive all humans from worshipping the one Allooh (Hijr: 39) .

Dan Allooh menerima tantangan itu dengan memberikan tangguh kepada Iblis untuk tidak langsung keluar dari surga, dan menangguhkannya masuk ke neraka sampai dengan manusia telah mati semuanya (Hijr: 37/38)

QS Al-Hijr 37:

[ Allah ] said, “So indeed, you are of those reprieved

QS Al-Hijr 38:

Until the Day of the time well-known.”

In the end Iblis had successfully deceived Adam AS in forgetting Allooh’s mandate (Thaha: 120-121)

Ath Thaha 120:

Then Satan whispered to him; he said, “O Adam, shall I direct you to the tree of eternity and possession that will not deteriorate?”

Ath Thaha 121:

And Adam and his wife ate of it, and their private parts became apparent to them, and they began to fasten over themselves from the leaves of Paradise. And Adam disobeyed his Lord and erred.

The will of humanity to achieve the highest level of Abraham Maslow is the one that will cause Adam AS to fail in bearing Allooh’s mandate. The will of receiving an everlasting kingdom (Thaha:120)

That development wasn’t able to be fully comprehended by Adam AS when he received Allooh’s mandate. He even felt confident that he will never descend to the earth. Because Allooh promised to him that he can actually manage not to descend into earth and will live forever in heaven.  Because Allooh can change whatever has been set on Adam AS just like he can change what has been written in Lauhul Mahfuz, 50 thousand years before the creation of the universe. Please take a look at what happens in surah Ar-Rad 39.

QS Ar-Rad 39:

Allah eliminates what He wills or confirms, and with Him is the Mother of the Book (Lauh mahfuzh).

That wrong calculation of Adam itself that Allooh said as an unjust and ignorant decision for him and for his descendants.

Iblis’ fate has been sealed in Lauhul Mahfuzh. He will become the most disgraced of all creatures in the universe. But He Allooh can change it (just like in Ar-Rad: 39). He can still make Iblis as the most exalted creature in the whole universe, if he wasn’t to challenge Allooh or showed to Allooh that he has created something futile in the creation of Adam AS. All of Iblis’ way of thinking has been expected by Allooh. Because of that Allooh stated that Iblis is indeed an accursed being (has been written in Lauhul Mahfuzh/Hijr: 34-35). And Allooh accepted that postponement (Hijr: 37).

Al-Hijr 34:

[ Allah ] said, “Then get out of it, for indeed, you are expelled.

Al-Hijr 35:

And indeed, upon you is the curse until the Day of Recompense.”

Al-Hijr 37:

[ Allah ] said, “So indeed, you are of those reprieved

Allooh ingin menunjukkan pada Adam AS bahwa Dia Allooh tidak berbuat zalim atas penulisannya di Lauhul Mahfuzh bahwa Adam akan turun ke bumi. Kesalahan Adam sendirilah yang menyebabkan hal itu terjadi (Thaha: 115).

Thaha 115:

And We had already taken a promise from Adam before, but he forgot; and We found not in him determination.

Exact calculation like that that will cause Allooh has said to angels since the beginning that he will make human as the caliph of the earth, no matter how human has actually a chance to live in heaven forever and ever. Because it’s within Allooh’s rights to write anything and set anything on anything that He wished for.

Yunus 44:

Indeed, Allah does not wrong the people at all, but it is the people who are wronging themselves.

Alloh agreed that Iblis’ intervention will make all humans to forget Allooh  as the correct notion (An-Nur 21).

QS An-Nur 21:

O you who have believed, do not follow the footsteps of Satan. And whoever follows the footsteps of Satan – indeed, he enjoins immorality and wrongdoing. And if not for the favor of Allah upon you and His mercy, not one of you would have been pure, ever, but Allah purifies whom He wills, and Allah is Hearing and Knowing.

But even Iblis can be defeated. Because Allooh has planted tauheed instinct so that human will continue to search for Allooh before they are able to worship him thoroughly (Al-A’raf: 172-173). If human follows that tauheed instinct, then he will definitely stick closely to the teaching brought upon by Allooh’s apostles, using his wits to fight against satan’s ploy, so then he can continue in sticking on the teaching of Allooh’s apostles, continuing to ask for forgiveness and direction from Allooh SWT, just like what muslims do by saying ihdinas shiroothol mustaqqim 17x a day. And Allooh will win them (Thaha: 123).

QS Al-A’raf 172:

And [mention] when your Lord took from the children of Adam – from their loins – their descendants and made them testify of themselves, [saying to them], “Am I not your Lord?” They said, “Yes, we have testified.” [This] – lest you should say on the day of Resurrection, “Indeed, we were of this unaware.”

QS Al-A’raf 173:

Or [lest] you say, “It was only that our fathers associated [others in worship] with Allah before, and we were but descendants after them. Then would You destroy us for what the falsifiers have done?”

Thaha 123:

[ Allah ] said, “Descend from Paradise – all, [your descendants] being enemies to one another. And if there should come to you guidance from Me – then whoever follows My guidance will neither go astray [in the world] nor suffer [in the Hereafter].

No matter how in majority, humans has been disabled by Iblis in their effort of worshipping the one Allooh, but Allooh has shown to us,  the Iblis’ saying that the creation of human as a futile attempt could not be proven by him.

The conclusion is it is true that Allooh wants to create a game of war between righteousness and evil on this earth.

The interesting part is the effort of Isa AS to save the majority of humanity from their defeat against Iblis, just like what has been written in Barnabas gospel. He asked once to Allooh to arrange a meeting with Iblis. He will try so that Iblis will repent of his sin to Allooh. And if he is willing to repent then he ask Allooh to forgive Iblis’ sin and return him to heaven. And Allooh grant Isa’s wish. He told Iblis to meet Isa AS. After Iblis met with Isa and knew the real intention of Isa AS, he was furious. He stated that he can’t bow to human that was created by altered black mud from the beginning of his creation until the end of time. He asked Isa AS to never pray like that again to Allooh SWT.

The arrogant nature of Iblis and his rejection of Allooh’s intention to create Adam AS has been calculated by Allooh. Because of that Allooh has written in His holy book in Lauhul Mahfudz that Iblis will become an accursed being and infidel towards Him (Hijr: 34-35). His genius made him arrogant and infidel. Even though that genius itself was actually a chance for him to not be infidel and arrogant. Or there is still a chance for Iblis to become the most exalted creature both in the earth and heaven (Ar-Rad: 39). But that arrogant nature has no cure in itself except by hard work from that being to cure himself. By that basic Allooh let Isa AS to try to sway Iblis and stop the game of war between Allooh and Iblis in this world. And Allooh had already known that Isa will fail.

What’s the correlation between my pondering about our ancestor tale, Adam AS, with the willingness of someone to become presidential and vice-presidential candidates?

Because they are all want to achieve the highest level of a human needs just like what has been written by Abraham Maslow. They want to become president or vice president. They are ready to bear mandate to solve Indonesia’s messy condition. No matter in order to achieve that it is needed for that person to possess a high-level of intelligence, wide-level of knowledge, sufficient experience and magnificent bravery. The most important of them all is the approval and help from Allooh the god of all universe towards them. Whereas tp achieve that approval and help from Allooh it is needed for them to control his not-Allooh id and train their Allooh id.

Looking at what available in presidential and vice-presidential candidates Indonesia has right now and also challenges that they will face, then their intention to become presidential and vice-presidential candidate in my opinion or people like me or maybe Allooh SWT is unjust and ignorant. Even though it is like that we are all living on this world already. The war against Allooh’s party and satan’s party will be going on forever, until the end of time. To win this war it is clearly necessary to have a leader to guide us.

If they are all afraid to nominate themselves or to be nominated as president or vice president, because they understand their weakness inside of them or afraid to be sentenced as unjust and ignorant, then satan’s party will take over Indonesia instead. That mustn’t happen. The righteous power has to be able to defeat the evil. The righteous power has to be able to find and force the best motherland’s son as the leader of righteous power. Thing like this has happened in the past, when the righteous power forced Abu Bakr, Ali bin Abi Thalib and Umar bin Abdul Aziz that was really enticed by luxuries to be the leader of righteous power. And because of them the Roman and Persian Emperor had to change their opinion towards Islamic kingdom. Islamic kingdom had increased its level from Pariah or Sudra to Kshatriya or Brahman.

If Indonesia’s righteous power is able to find and force its best son as the leader of righteous power, then In syaa Allooh Indonesia’s caste that is now currently located in the level of Sudra or Pariah will change into Vaishya or Kshatriya.

Hope that this writing will be beneficial to us all and all of Indonesia’s people. Amen.

QS Al-‘Asr 1-3:

By time,

Indeed, mankind is in loss,

Except for those who have believed and done righteous deeds and advised each other to truth and advised each other to patience.

Comments are closed.